BBM Langka, Tak Ada Penambahan Pasokan BBM Subsidi di DIY

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – General Manager DCN23 SPBU Adi Sucipto, Muhammad Taufik Hananto memperkirakan, antrian panjang di SPBU masih akan terjadi hingga hari ini. Perkiraan tersebut disampaikannya menyusul habisnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, baik premium maupun solar beberapa hari terakhir.
“SPBU kami sudah kehabisan stok BBM dan baru pagi ini (Selasa) mendapatkan pasokan,” kata Taufik melalui whatsapp, Selasa (26/8).
Ia menyebutkan, banyaknya pasokan untuk BBM subsidi jenis premium sebanyak 32 KL dan biosolar 16 KL. Meskipun terjadi lonjakan permintaan, namun pasokan yang diterima dari Pertamina tidak ada penambahan kuota.
“Dengan kondisi seperti ini, stok premium akan habis kurang lebih sekitar pukul 19.00 WIB,” kata dia.
Baca Juga:  Asyiknya Jelajah satwa di Jogja Exotarium Sleman
Oleh karenanya Taufik berharap, agar pemerintah segera menormalkan pasokan tanpa adanya pembatasan. Meskipun, pihaknya juga mengakui adanya kenaikan penjualan BBM non subsidi hingga 40 persen.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir berdalih, Pertamina harus melakukan pengaturan kuota per harinya pasca pengurangan kuota BBM bersubsidi oleh pemerintah.
“Berdasarkan APBN-P 2014, kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta KL menjadi 46 juta KL. Sesuai dengan amanat tersebut, maka Pertamina harus melakukan pengaturan tersebut guna memastikan ketersediaan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014,” kata Ali dalam siaran persnya yang diterima kabarkota.com melalui email, hari ini (26/8).
Baca Juga:  Desa Perkotaan Tumbuh, Petani DIY kian Tersisih
Pihaknya juga membantah anggapan telah terjadi kelangkaan BBM, karena yang diberlakukan saat ini adalah pengendalian pasokan BBM Bersubsidi.
“Apabila alokasi harian BBM bersubsidi di SPBU sudah terserap masyarakat pada hari itu, merupakan konsekuensi logis dari pengaturan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan sisa kuota yang telah ditetapkan dalam UU APBN-P 2014,” jelas dia.
Ali mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam kondisi ini, karena Pertamina juga telah menyediakan BBM Non Subsidi sebagai pengganti, jika alokasi BBM Bersubsidi sudah terserap.
Baca Juga:  Bendungan Kamijoro: Belum Diresmikan, tapi sudah Ngehits Duluan
Khusus untuk wilayah Marketing Operation Reg IV Jawa Tengah & DIY, Ali menambahkan, data sementara hingga 23 Agustus 2014 kemarin, realisasi konsumsi BBM bersubsidi telah mencapai 65 % dari kuota tahun 2014. 
“Realisasi konsumsi Premium bersubsidi di Jawa Tengah dan DIY masing-masing telah mencapai 67 %. Sedangkan realisasi konsumsi Solar bersubsidi di wilayah Jawa Tengah sudah mencapai 60 %, dan DIY 61 % dari kuota tahun 2014,” sebut Ali.
Sedangkan untuk realisasi konsumsi BBM non subsidi di wilayah tersebut juga mengalami kenaikan 4,1 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. (tri/jid)