Begini Efek “Demam” Akik di Gorontalo

Festival batu akik nusantara di Gorontalo (sumber: degorontalo.co)

GORONTALO (kabarkota.com) – Pelaksanaan Festival batu akik Nusantara di Gorontalo yang semulai direncanakan tiga hari, dari 17 – 19 Maret, akhirnya diperpanjang hingga 25 Maret mendatng.

Ketua Asosiasi Gemstone Gorontalo (AGG), Charles Budi Doku mengaku, perpanjangan festival tersebut berdasarkan permintaan dari para pelaku usaha, yang mengaku mampu meraup omzet paling sedikit Rp 400 juta.(Baca juga: Pengrajin Batu Akik di Gunung Kidul Mulai Resah. Ada Apa? )

Baca Juga:  Harga BBM Turun, Ini Rencana Penyesuaian Tarif Angkutan Umum di DIY

“Itu baru omzet penjualan, belum termasuk jenis usaha lain yang turut terkena dmpaknya, seperti warung kelontong, pedagang kaki lima, penginapan, hotel, hingga jasa parkir,” kata wakil Walikota Gorontalo ini, Selasa (24/3).

Pihaknya menyebutkan, setidaknya ada 20 kota di Indonesia yang turut berpartisipasi dalam festival yang digelar untuk memperingati ulang tahun kota Gorontalo ke-287 kali ini.

Pada ajang ini, pemkot setempat juga tidak memungut pajak apa pun kepada seluruh pelaku usaha yang berpartisipasi, sehingga efek ekonominya langsung dapat dinikmati oleh semua pihak. Pihaknya juga berencana menggelar festival serupa setiap bulan.

Baca Juga:  Cara Mudah Mengenali Batu Akik Asli Bali

Salah seorang peserta festival, Alim Yusuf mengaku, pada hari kedua pameran, 14 cincin akik berjenis lampu rem asal Ternate ludes terjual. Padahal harga per cincin mencapai Rp 1,5 juta. Begitu pun dengan akik jenis Obi Merah yang laris manis diserbu pengunjung. (degorontalo.co)