Beli Seragam Rp 2,1 Juta, Anggota DPRD DIY Dikecam

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Anggaran pembelian seragam pengambilan sumpah dan janji calon anggota DPRD DIY terpilih 2014 – 2019 sebesar Rp 2,1 juta per pasang dinilai tidak sensitif sosial. Mengingat, masih banyak masyarakat di DIY yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.
 
Penilaian itu disampaikan salah satu aktivis Jaringan Antik Korupsi (JAK) Yogyakarta, Samsudin Nurseha saat ditemui kabarkota.com di kantor LBH Yogyakarta, Kamis (28/8).
 
“Menurut saya, pos anggaran sebesar itu lebih baik dialokasikan untuk pembelian seragam anak-anak SD karena saat pendaftaran, banyak dari mereka yang tidak mampu membeli seragam,” anggap Samsudin.
 
Meskipun alokasi anggaran pembelian Pakaian Seragam Resmi (PSR) anggota dewan itu sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2014, namun ia menganggap, hak tersebut sah-sah saja jika tidak digunakan.
 
“Saya yakin, masing-masing caleg terpilih yang akan dilantik itu sebenarnya sudah punya jas sendiri-sendiri,” anggap dia lagi.
 
Sebelumnya, Kepala Bagian Humas DPRD DIY, Budi Nugroho menyebutkan, 55 caleg terpilih yang akan diambil sumpah dan janjinya 1 September mendatang, masing-masing mendapatkan jatah PSR dengan anggaran sekitar Rp 2,1 juta per stell. 
 
Budi mengatakan, seragam tersebut merupakan hak bagi calon wakil rakyat setiap satu periode sekali, sesuai dengan amanat PP No 24 Tahun 2014. Hanya saja, untuk besaran harganya disesuaikan dengan kemampuan daerah masing-masing.
 
“Awalnya dianggarkan Rp 2,5 juta per pasang, tapi akhirnya menjadi sekitar Rp 2,1 juta,” tegas Budi kepada wartawan, usai jumpa pers persiapan pelantikan anggota dewan, di DPRD DIY, 27 Agustus kemarin.
 
Selain menganggarkan pembelian seragam dinas tersebut, DPRD DIY juga mengeluarkan pos anggaran untuk upacara pengambilan sumpah dan jabatan para calon wakil rakyat terpilih, dengan besaran di atas Rp 50 juta. Besarnya dana reguler yang dikeluarkan kali ini, rencananya digunakan untuk biaya perlengkapan dan konsumsi. (tri/jid)
Baca Juga:  Gojek Yogyakarta Mulai Mendapatkan Intimidasi