BI DIY Imbau UMKM Melek Teknologi

Pembukaan Road to Grebeg UMKM 2018, di gedung Heritage BI Yogyakarta, Senin (29/10/2018). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY mengimbau para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar melek teknologi.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Direktur Kantor Perwakilan BI DIY, Budi Hanoto. Menurutnya, melek teknologi itu penting, mengingat, hingga sekarang masih banyak pelaku UMKM yang gagap teknologi (gaptek). Padahal, dengan memanfaatkan teknologi, promosi dan pemasaran usaha bisa lebih efisien.

“Kelemahan UMKM itu masih gaptek, atau produk yang mereka hasilkan belum sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh marketplace,” jelas Budi kepada wartawan, dalam jumpa pers Road to Grebeg UMKM 2018, di Gedung Heritage BI Yogyakarta, Senin (29/10/2018).

Oleh karenanya, BI DIY juga memfasilitasi mereka untuk akses pembiayaan, dan pelatihan-pelatihan untuk mewujudkan digitalisasi UMKM, sehingga produk mereka bisa “naik kelas”, sejak tahun 2017 lalu.

“Kami akan berjalan secara paralel, antara pelaku UMKM yang konvensional, dan yang memanfaatkan e-Commerce,” tegasnya.

135 UMKM ikuti Road to Grebeg UMKM 2018

Terkait dengan rencana pelaksanaan Grebeg UMKM 2018, Budi menambahkan, ada sekitar 135 UMKM dari bidang kerajinan, fashion, dan kuliner yang tengah mengikuti kurasi sebagai rangkaian road to Grebeg UMKM 2018.

Budi menyebut, ada tiga kurator tingkat nasional bidang craft, fashion, dan food, yang didatangkan untuk melakukan seleksi, sekaligus memberikan masukan untuk para calon peserta Grebeg UMKM, pada 23 – 25 November 2018 mendatang, di Gedung Mandala Bhakti Wanita Tama Yogyakarta.

Salah satu pelaku UMKM asal Kotagede Yogyakarta, Nungki mengaku, pihaknya telah mengikuti event tahunan yang digelar BI ini, sejak tahun 2012 lalu.

Dari kegiatan tersebut, Nungki yang sejak tahun 2010 menekuni usaha batik tulis ini mendapatkan manfaat, khususnya dari promosi dan pemasarannya. Bahkan, produk batiknya yang diberi label “creative batik” telah merambah ke pasar internasional, seperti Amerika Serikat, dan sejumlah Negara di kawasan Asia.

“Kuncinya, yang penting kita percaya diri dengan produk yang akan dipasarkan,” tegasnya. Selain juga membangun jejaring bisnis, baik online maupun offline. (Rep-01)