BMKG DIY imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrim

Ilustrasi (dok. suara)

SLEMAN (kabarkota.com) – Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memperkirakan, potensi hujan lebat di sejumlah wilayah masih akan terjadi hingga 19 November 2018 mendatang

Kepala.Staklim BMKG DIY, Agus Sudaryatno menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan dan analisa dinamika atmosfer terkini, aliran massa udara dari Asia dan Australia yang menguat akan mempengaruhi pembentukan daerah – dearah tekanan rendah dan pola – pola sirkulasi di sekitar wilayah Indonesia.

Loading...

Selain itu, terpantaunya aliran massa udara basah dari Samudra Pasifik dan Samudra Hindia yang masuk ke wilayah Jawa akan turut mendukung pertumbuhan awan hujan.

“Kondisi ini dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan intensitas sedang – lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah DIY,” sebut Agus.

Adapun wilayah yang diperkirakan akan mengalami hujan lebat, antara lain :

*Kulonprogo* (Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Nanggulan)
*Sleman* (Turi, Cangkringan, Pakem, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Seyegan, Minggir, Depok, Kalasan).
*Gunungkidul* (Nglipar, Ngawen, Gedangsari, Patuk, Semin).
*Bantul* (Piyungan, Banguntapan, Kasihan).
*Kota Yogyakarta*

Oleh karenanya, Agus mengimbau, agar masyarakat mewaspadai potensi genangan, banjir maupun longsor, terutama di daerah yang rawan rawan banjir dan longsor, serta mewaspadai kemungkinan pohon maupun baliho tumbang atau roboh karena dilanda angin kencang.

“Masyarakat sebaiknya tak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat atau petir,” pintanya. (Ed-01)