BMKG: Hujan di DIY Akibat Pengaruh Badai Tropis Filipina

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memperkirakan, hujan di musim kemarau yang terjadi di Yogyakarta akhir-akhir ini, merupakan pengaruh badai tropis di Filipina.
"Gangguan cuaca yang terjadi saat itu akibat munculnya badai Rammasun di Filipina," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG DIY, Tony Agus Wijaya kepada kabarkota.com, Senin (14/7).
Badai ini, menurut Tony, meskipun jauh dari Indonesia, namun mempengaruhi cuaca di DIY akibat perubahan arah angin. Sebab, normalnya, saat musim kemarau, arah angin bergerak dari timur ke barat. 
Tony menjelaskan, akibat badai Rammasun, arah angin berbelok dari timur ke utara. Pada saat belokan ini, kecepatan angin melambat hingga menyebabkan munculnya awan yang mengandung uap air dan turun menjadi hujan.
"Kemarin (13/7) intensitas hujan di DIY rata-rata 40 mm per jam," ucap dia melalui sambungan telepon. Kondisi ini, masih akan berlangsung hingga 2-3 hari ke depan. 
Namun, sambung dia, gangguan cuaca akibat Rammasun juga melanda di sebagian besar pulau Jawa, khususnya bagian barat dan Sumatera.
Untuk itu BMKG DIY mengimbau utamanya bagi para petani tembakau, agar bisa mengantisipasi cuaca yang tidak menentu tersebut.
Sementara untuk para nelayan, pihaknya juga meminta agar lebih berhati-hati saat melaut. Mengingat, saat ini tinggi gelombang masih di atas normal, yakni 2-3 meter. (jid/tri)