BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Banjir Rob

Ilustrasi (timesindonesia.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau, agar masyarakat di sejumlah daerah mewaspadai gelombang tinggi dan banjir rob yang kemungkinan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Yunus S. Swarinoto menjelaskan, kondisi cuaca saat ini menunjukkan adanya indikasi peningkatan kecepatan angin timuran di sebagian besar wilayah perairan Indonesia, seperti Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru dan Perairan selatan Jawa.

Baca Juga:  Dinas Pendidikan Kota Yogya Siapkan Solusi atasi Blank spot pada PPDB 2019/2020

Selain itu juga ada Pusat Tekanan Rendah di Laut Andaman dan di Samudera Hindia barat daya Lampung yang menjadi faktor pemicu tingginya gelombang laut sekitar Samudera Hindia barat Sumatera dan selatan Jawa

“Potensi gelombang tinggi diprakirakan akan terjadi hingga 2 hari ke depan,” kata Yunus melalui akun facebook www.bmkg.go.id, baru-baru ini.

Berikut kategori potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah itu:

Ketinggian gelombang 1.25 – 2.5m (Moderate Sea) :
Selat Malaka bagian utara;
Perairan Kep. Mentawai – Padang;
Laut Jawa bagian timur;
Selat Makassar bagian selatan;
Laut Flores;
Laut Banda;
Perairan Kep. Kai dan Aru;
Laut Arafuru; serta
Laut Timor.

Baca Juga:  Hikmah Diniah, Potret Ibu Tangguh Pejuang Pergerakan Perempuan Pekerja di Yogyakarta

Keringgian gelombang 2.5 – 4.0 m (Rough Sea) :
Perairan utara dan barat Aceh;
Perairan Kep. Nias;
Perairan barat Lampung;
Selat Sunda bagian selatan; serta
Perairan selatan Jawa hingga NTT.

Ketinggian gelombang 4.0 – 6.0 m (Very Rough Sea) :
Laut Andaman;
Perairan barat Kep. Mentawai;
Perairan Kep. Enggano – Bengkulu;
Samudera Hindia barat, Bengkulu hingga Lampung;

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terutama masyarakat pesisir dan masyarakat pengguna moda transportasi laut,” imbuhnya.

Baca Juga:  Gerakan #2019GantiPresiden: Antara Pro dan Kontra

Selain itu, banjir rob juga berpotensi terjadi pada tanggal 19 – 23 Juni 2016 atau bertepatan dengan fase Bulan Purnama (Spring tide), serta adanya anomali positif tinggi muka laut di beberapa wilayah, seperti Belawan,dan Pantai utara Jawa. (Rep-03/Ed-03)