BMT punya Peran Strategis ikut Wujudkan Mimpi Indonesia 2024

Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-10 Perhimpunan BMT Indonesia, di Sleman, Rabu (6/11/2019). (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) telah menargetkan Indonesia menjadi basis keuangan ekonomi syariah dunia, pada 2024 mendatang.

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Yuana Setyowati menilai, Baitul Maal wa Tamwil (BMT) memiliki peran strategis untuk mengambil bagian dalam mewujudkan mimpi tersebut. Pasalnya, saat ini ada lebih dari 5.000 unit koperasi syariah dan konvensional, termasuk BMT di Indonesia.

Baca Juga:  Kantong Plastik Belanja Berbayar, Begini Penjelasan Mirota Kampus

“Perhimpunan BMT saat ini menjadi koperasi sekunder terbesar di Indonesia,” kata Yuana dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-10 Perhimpunan BMT Indonesia, di Sleman, Rabu (6/11/2019).

Selain itu Yuana mengungkapkan, dari sekitar 63 ribu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), baru sekitar 19.28% yang bisa mengakses perbankan. Artinya, masih ada sekitar 50 ribu pelaku UMKM yang belum bisa mengakses pembiayaan melalui 2.000-an perbankan. Sementara BMT mampu meningkatkan akses keuangan mereka.

Baca Juga:  Masih Ada Gap, Petani Perlu Pendampingan

“Lembaga keuangan berbentuk koperasi menjadi harapan kita,” tegasnya.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menilai, secara ekonomi dan keuangan, BMT layak diperhitungkan sebagai sebuah lembaga keuangan terpercaya. Terlebih, BMT memiliki peran untuk memberdayakan ekonomi rakyat, melalui sektor finansial, riil dan religius.

“Peran BMT bisa dioptimalkan,” tegas Sultan dalam sambutan tertulis yang dibacakan staf ahli Gubernur DIY, Puji Raharjo.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat Perhimpunan BMT Indonesia Mufida berharap, BMT bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk bangsa ini. Terurama dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Baca Juga:  2019, Aduan Terbanyak di LO DIY terkait sektor Properti

Oleh karenanya, dalam Silatnas ke-10 yang bertema Baitul Maal The Next Leader ini menjadi semangat untuk menyeimbangkan antara baitul maal dan baitul tamwil sehingga benar-benar mampu melakukan perbaikan bangsa ini.

Hanya saja, pihaknya juga meminta agar pemerintah mengakui legalitas Koperasi Syariah, agar status badan hukumnya tak lagi menggantung. Mengingat, saat ini ada sekitar 362 BMT, dengan jumlah anggota hampir mencapai 4 juta orang. (Rep-01)