BPBD DIY dan BNPB Lakukan Simulasi Penanganan Bencana Merapi di Tengah Pandemi Covid-19

Kepala Pusdiklat PB BNPB (kiri), dan Kepala BPBD DIY (kanan) saat menggelar jumpa pers di Yogyakarta, Selasa (25/8/20200. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Simulasi Penanganan Bencana Merapi di Tengah Pandemi Covid-19.

Kepala Pusdiklat PB BNPB, Berton Panjaitan menjelaskan, kegiatan in merupakan rangkaian dari sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Baca Juga:  Ada Bahaya Tsunami di Bandara Kulon Progo, Apa Kata Pemerintah?

“Harapan kami, ke depan para peserta bisa digunakan oleh Pemda untuk melatih dengan tema atau sasaran kelompok yang berbeda,” kata Berton di Yogyakarta, Selasa (25/8/2020).

Semestinya, lanjut Berton, dalam setiap simulasi ada gladi ruang, posko, dan lapang. Namun di tengah pandemi Covid-19, gladi lapang yang melibatkan masyarakat ditiadakan.

Sementara Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana menambahkan, pihaknya telah menyusun rencana kontijensi yang merupakan gambaran pelaksanaan dan pegangan bersama dalam penanganan erupsi Merapi di DIY. Sementara skenarionya berdasarkan rekomendasi dari BPPTKG, di mana daerah bahaya 4 dan 5 meliputi tujuh desa di Kecamatan Turi, Pakem, dan Cangkringan.

Baca Juga:  Begini Kondisi 48 Titik Banjir dan Tanah Longsor di Purworejo

“Dalam rencana kontijensi ini, BPBD Sleman sebagai komando di depan, dan BPBD DIY supporting atau pendukung dalam penanganan Merapi,” paparnya.

Selain itu, lanjut Biwara, pihaknya juga mempertimbangkan penanganan bencana Merapi di tengah pandemi Covid-19, dengan tetap memperhatikan aspek protokol kesehatan. Mulai dari sarana evakuasi, transportasi, sister village, hingga barak pengungsian. Termasuk fasilitas sanitasi, air bersih, dan MCK, serta dukungan logistik

Baca Juga:  APD untuk Nakes, Petugas BPBD Kota Yogya Gunakan Jas Hujan

“Semua aspek itu coba kami simulasikan sehingga kami mempunyai kesiapsiagaan,” katanya. (Rep-01)