BPJS Ketenagakerjaan Alokasikan Rp 600 Miliar untuk Perumahan Pekerja

Ilustrasi. (Sumber: indoberita.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya menyatakan bahwa pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 600 miliar untuk perumahan pekerja pada 2015. Dana tersebut dinilai tiga kali lebih besar dibandingkan tahun ini.

Menurutnya, perhatian BPJS akan pada penyediaan perumahan bagi pekerja cukup besar. "Itu sebabnya kita mengalokasikan dana tiga kali lebih besar dibandingkan tahun ini karena kebutuhannya cukup banyak," ucap Elvyn usai peringatan hari jadi ke-37 BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat (5/12).

Baca Juga:  Delapan Pemimpin Negara akan Hadiri Pelantikan Jokowi-JK

Akan tetapi, pengadaan rumah atau rumah susun sederhana saat ini masih terkendala pada pengadaan lahan. Terkait kendali itu, Elvyn mengatakan, sedang menjajaki pengadaan lahan dengan pemerintah daaerah, perusahaan, serta kawasan industri.

Terkait perumahan pekerja, beberapa daerah yang dipersiapkan untuk perumahan pekerja yakni di Karawang dan Palembang, serta di kantong-kantong pekerja seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera. Apabila perumahan pekerja terealisasi, hal itu akan dapat menekan biaya transportasi serta meningkatkan produktivitas karena para pekerja tinggal di dekat tempat kerjanya.

Baca Juga:  Di Papua, Dana UN Hampir Mencapai Rp3 Miliar

BPJS Ketenagakerjaan hingga kini baru membangun rumah susun di tiga tempat; Batam, Jawa Barat, dan Banten.

Elvyn menambahkan, langkah BPJS Ketenagakerjaan diambil sesuai dengan permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yakni agar BPJS Ketenagakerjaan bisa membangun perumahan bagi para pekerja, khususnya di kantong industri. (antaranews.com)