BPPTK: Erupsi Gunung Slamet Tidak Besar

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Geologi (BPPTKG) DIY memastikan, peningkatan aktivitas Gunung Slamet di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, bukan pengaruh Gunung Merapi. Penegasan ini disampaikan Kepala BPPTK Yogyakarta, Subandrio, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (11/3).

“Peningkatan aktivitas gunung api di Indonesia tidak terkait satu dengan lainnya. Masing-masing punya karakter sendiri,” tegasnya.

Walaupun Gunung Slamet statusnya di atas normal, kata Subandrio, belum tentu diikuti erupsi atau magmatif secara langsung. Ia juga memperkirakan, jika Gunung Slamet mengalami erupsi, maka letusannya tidak sebesar Merapi. “Tidak besar, tapi meledak,” tambahnya.

Baca Juga:  Mural Teka-Teki Silang Kasus Udin

Terpisah, pakar kegempaan Universitas Islam Indonesia (UII), Sarwidi mengatakan, gempa tektonik yang terjadi selama ini memang berpengaruh terhadap aktivitas kegunungapian. Hanya saja, pengaruh tersebut tidak secara langsung.

“Gunung api dan gempa tektonik ada hubungannya. Tapi tidak berpengaruh langsung,” kata guru besar di Pasca Sarjana Teknik Sipil UII tersebut kepada kabarkota.com.

Status Gunung Slamet naik dari Aktif Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II) 10 Maret 2014 pukul 21.00 WIB. Kepala Kantor SAR Semarang yang membawahi wilayah DIY-Jateng, Agus Haryono, mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait di Jateng. Hal itu sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

Baca Juga:  Ada Warga Simpan Uang Rp 1 Triliun di Bawah Bantal

“Dari basarnas sendiri di Cilacap dua tim, atau sekitar 16 orang,” kata Agus di Hotel Inna Garuda Yogyakarta.

Meski demikian ia juga mengakui, belum dapat memetakan titik-titik wilayah yang akan dijadikan lokasi evakuasi, jika erupsi benar-benar terjadi. “Tempat evakuasi yang aman kita belum tahu,” ucap Agus kepada wartawan. Karena, Gunung Slamet sangat jarang meletus.

Menurut Siti Chalifah, warga yang tinggal sekitar 20 kilometer dari puncak Gunung Slamet, selama tinggal disana ia tidak pernah melihat erupsi dasyat dari gunung tersebut. “Setiap erupsi, hanya kecil. Paling menyemburkan lava pijar saja,” katanya ketika ditemui di sekitar Stadion Mandala Krida Yogyakarta. (tya)

Baca Juga:  Jelang Ramadan, Pemerintah Pantau Harga Pangan

SUTRIYATI