Budi Santoso, Pengolah Limbah Asap jadi Bahan Pengawet Pangan dari Bantul

Pengolah limbah asap cair menjadi bahan pengawet pangan alami dari Bantul, Budi Santoso. (Sutriyati/kabarkota.com)

BANTUL (kabarkota.com) – Asap adalah limbah hasil pembakaran yang selama ini sering dianggap sebagai “musuh” bagi manusia. Bukan hanya karena aromanya yang tak sedap dan menyengat, tetapi juga karena asap menimbulkan polusi udara yang mengancam kesehatan saat menghirupnya.

Namun, bagi Budi Santoso, warga Tegal Malang RT 10, Dusun Grujugan, Bantul, DIY, limbah asap bisa menjadi berkah tersendiri. Pasalnya, asap cair dari limbah pertanian dapat diolah menjadi bahan pengawet alami, yang aman untuk pangan.

“Bahan pengawet alami ini kalau dipakai untuk membuat telur asin, bisa tahan 30 hari tidak busuk,” jelas Budi saat ditemui kabarkota.com, di kantor UPT Balai Benih Pertanian (BBP) Bantul, Selasa (10/7/2018).

Kalau untuk mengawetkan daging, lanjut Budi, daya tahannya bisa sampai seminggu, dan sayuran bisa tahan hingga tiga hari. Penggunaannya cukup dilarutkan dengan air dengan komposisi tertentu, sebelum dicampurkan saat proses pembuatan makanan ataupun untuk merendam sayuran dan daging yang akan diawetkan.

Hanya saja, saat ini, hasil temuan tersebut belum diproduksi secara massal, karena masih dalam proses perizinan. Meski begitu Budi menjamin, bahan pengawet buatannya ini aman karena telah melalui uji laboratorium.

Bahan pengawet alami ini, hanyalah satu dari sekian banyak inovasi dari pria yang juga menjabat sebagai Kepala UPT BBP Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul ini. Semua karya ciptanya di bidang agrobisnis tersebut berbasis riset mandiri yang selama beberapa tahun terakhir ini ia lakukan.

Kecintaannya pada dunia pertanian sejak masih kecil itu, telah mengantar pria kelahiran 15 Mei 1968 ini beberapa kali menorehkan prestasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sebut saja satu diantara prestasi itu adalah masuk Top 10 Besar Inovasi, setelah berhasil menciptakan Sistem Penjemuran Karya Santoso (Si Perkasa) tanpa bahan bakar, dan tanpa mesin sebagai solusi mengatasi masalah petani pasca panen.

Namun prestasi dan berbagai hasil karya itu tak lantas membuatnya puas. Di rumahnya, suami dari Heni Handayani ini juga mendirikan rumah mandiri pangan, sejak lima tahun lalu, serta membentuk komunitas agro bisnis DIY, sebagai wadah berbagi informasi dan berdiskusi dengan sesama petani, serta pelaku agrobisnis.

“Mimpi besar saya, suatu saat di Yogyakarta ini ada tempat edukasi agrobisnis untuk belajar semua orang,” ungkap praktisi agrobisnis ini. (Sutriyati)