Buka Pasar Sore Ramadhan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Nitikan Yogya Gelar Grebek Takjil

Pawai budaya jelang pembukaan pasar sore Ramadhan Nitikan Yogyakarta, Minggu (5/5/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Memasuki bulan puasa, pasar sore Ramadhan mulai menjamur di Yogyakarta. Salah satunya, pasar sore Ramadhan Nitikan.

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta, Dwi Kuswantoro mengatakan, pasar sore Ramadhan tahun 2019 ini merupakan perhelatan yang ke-11.

“Ada 150 stand yang akan berpartisipasi tahun ini. Namun, kalau jumlah pedagangnya ada sekitar 300 orang,” jelas Dwi, di sela-sela pembukaan pasae sore Ramadhan Nitikan, di Masjid Mithohirin, Minggu (5/5/2019).

Menurutnya, partisipasi masyarakat untuk meramaikan pasar sore ramadhan ini kian meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu tak hanya diukur dari jumlah pedagang yang terus bertambah, namun dari omzet penjualan selama sebulan.

“Tahun 2018 lalu, omzetnya mencapai Rp 3.5 milyar,” ungkapnya. Sedangkan total pedagang sekitar 200 orang.

Pasar sore ini, lanjut Dwi, tak sekedar untuk ajang ngabuburit masyarakat, melainkan juga untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya di sekitar masjid Muthohirin Nitikan.

“Sekitar 70 – 80% merupakan stand kuliner,” sebutnya.

Sedangkan makanan yang dijajakan sangat beragam, termasuk makanan tradisional, seperti lopis, kicak, dan songgo buwono yang umumnya hanya ada saat Ramadhan.

Pembukaan pasar sore Ramadhan di Nitikan dibuka dengan pawai budaya dari 100-an peserta, dan grebek takjil. Selama bulan Ramadhan, pasar sore yang dimulai setelah ashar hingga jelang magrib ini akan digelar di sepanjang jalan dari Wirosaban hingga Jogja Fish Market atau sekitar 2 km.

Sementara salah satu penjual lopis, Supo Utomo mengaku, telah dua kali ramadhan menjajakan menu makanan tradisional tersebut. Dalam sehari, Supo mengaku memproduksi sekitar 5 kg lopis. Selain itu, ia juga menjual kue coro, dan makanan tradisional lainnya. (Rep-01)