Cegah Migrain, Hindari 7 Makanan Ini

Ilustrasi (dok. wikihow)

JAKARTA (kabarkota.com) – Mengidap migrain atau sakit kepala sebelah memang tak enak. Saat kambuh, kepala sakit dan aktivitas menjadi terganggu.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit ini kambuh. Salah satunya dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Loading...

Dilansir dari laman halodoc, setidaknya ada tujuh jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari untuk mencegah migrain. Apa sajakah itu?

1. Daging Olahan

Daging olahan, seperti sosis bisa memicu migrain, karena kandungan nitrat dan nitrit sebagai bahan pengawet yang terdapat pada daging olahan dapat memperlebar pembuluh darah, sehingga dapat memicu migrain pada beberapa orang. Meski demikian, tak setiap pengidap akan mengalami migrain setelah mengonsumsi daging olahan.

2. Cokelat

Menurut American Migraine Foundation, cokelat merupakan makanan pemicu migrain kedua paling umum setelah alkohol. Sekitar 22 persen pengidap migrain juga setuju bahwa cokelat dapat memicu penyakit tersebut terjadi. Pasalnya, mereka merasakan migrain setelah makan cokelat. Ini diduga karena kandungan feniletilamin dan kafein yang terkandung dalam cokelat.

Hanya saja, hal ini mungkin tidak berlaku pada setiap pengidap. Cokelat lebih sering memicu migrain pada orang-orang yang sensitif.

3. Makanan yang Mengandung MSG

Mengonsumsi makanan yang mengandung MSG (monosodium glutamat) juga bisa memicu migrain. The American Migraine Foundation, mencatat ada sebanyak 10–15 persen orang mengalami sakit kepala migrain setelah mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan MSG.

4. Makanan atau Minuman Dingin

Makanan atau minuman dingin seperti es krim juga bisa menjadi makanan pemicu migrain, terutama bagi orang yang sensitif.

Ini turut didukung oleh sebuah penelitian yang menemukan bahwa makanan dingin dapat memicu migrain pada 74 persen dari 76 pengidap migrain yang merupakan peserta dari penelitian tersebut. Sedangkan hanya 32 persen partisipan, yang mengalami sakit kepala non-migrain setelah mengonsumsi makanan dingin.

Ini bisa terjadi karena rasa kram pada kepala yang biasanya dirasakan setelah minum minuman dingin terlalu cepat juga bisa memicu sakit kepala sebelah muncul. Puncak rasa sakitnya terjadi sekitar 30–60 detik.

5. Makanan dan Minuman yang Mengandung Pemanis Buatan

Pemanis buatan, seperti aspartam yang biasanya ditambahkan dalam makanan atau minuman juga bisa memicu serangan migrain. Dampaknya mungkin bisa berbeda pada tiap pengidap. Tapi berdasarkan sebuah penelitian, sebagian orang mengalami peningkatan frekuensi migrain setelah mengonsumsi makanan yang mengandung aspartam dalam kadar yang tinggi. Adanya alergi terhadap aspartam juga bisa memengaruhi hal ini terjadi.

6. Kopi, Teh, dan Minuman Bersoda

Ketiga minuman berkafein ini juga termasuk makanan pemicu migrain. Kandungan kafein dalam ketiga minuman tersebut, sering dikaitkan dengan kambuhnya serangan migrain.

Meski demikian, mengurangi konsumsi minuman berkafein secara drastis atau berhenti sama sekali minum kafein dari yang biasanya mengonsumsi dalam jumlah tinggi juga bisa memicu migrain. Jadi, bagi orang yang sudah terbiasa minum kafein, sebaiknya mengurangi konsumsi kafein secara perlahan-lahan.

7. Minuman Beralkohol

Alkohol, secara umum merupakan faktor kuat yang memicu serangan migrain karena dapat menyebabkan dehidrasi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anggur merah dan bir menjadi pemicu migrain pada 25 persen pengidap migrain harian. (Ed-01)