Celosia, Si Cantik Warna-Warni yang sedang Hits di Yogyakarta

Salah satu taman bunga celosia yang baru-baru ini hits di perbatasan DIY-Jateng. (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Spot selfie dengan latar belakang taman bunga celosia warna-warni saat ini tengah hits, khususnya di Yogyakarta. Perpaduan warna merah kuning yang cantik membuat view-nya “instagramable”. Apalagi ditambah berbagai properti pendukung dan menarik, hampir pasti jadi buruan wisatawan.

Celosia plumosa ini sering juga disebut jengger ayam. Pelaku agrobisnis dari Bantul, Farida Septiana menjelaskan bahwa celosia ini merupakan jenis tanaman anual atau semusim yang umumnya berbunga sebulan sekali, dengan usia tanaman satu tahun.

Selain memiliki tampilan yang cantik, tanaman dari famili amaranthaceace ini juga disebut-sebut berkhasiat sebagai tanaman obat, seperti untuk anti radang, mengatasi keputihan, menghentikan pendarahan, hingga mampu mempertajam penglihatan. Hal itu karena tanaman dengan batang berdaging dan berair satu ini bunganya mengandung minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, pinitol. Kandungan saponin, flavonoida, dan polifenol juga terdapat pada daun celosia.

Proses perbanyakan dan perawatan tanaman jenis ini juga relatif mudah, karena mirip dengan sayur bayam. Cara perbanyakannya, lanjut Farida, bisa dengan generatif atau biji yang bisa dibeli di toko pertanian, dengan benih berlabel dan memakai benih turunan f1.

Bisa juga dengan mengumpul mengambil biji dari tanaman yang sudah tua, lalu dijemur selama kurang lebih seminggu, sebelum kemudian ditanam.

Sementara cara tanamnya, adalah sebagai berikut:

– Siapkan media tanam dan pupuk kandang, dengan perbandingan 1:2. Sebaiknya keduanya disiapkan tiga hari sebelum digunakan.

– Rendam benih dengan air hangat kuku 15menit, tabur pada media yang sudah disiram dengan air, kemudian taburkan tanah halus di atas media yang sudah di sebari benih.

-Siram setiap hari, kecuali bila tersiram hujan, maka tanaman tidak perlu disiram

-Pemupukan, dengan menggunakan pupuk NPK atau pun pupuk organik cair. Untuk pupuk kimia, caranya dengan melarutkan empat sendok makan NPK ke dalam lima liter air, dan siramkan sebulan sekali. Sedangkan untuk pupuk organik, campurkan 50 ml pupuk dengan lima liter air, lalu siramkan seminggu sekali.

Meski terhitung mudah ditanam, hama yang sering menyerang celosia adalah ulat daun, belalang, kutu putih, dan lalat. Sebagai cara pengendaliannya, bisa secara manual, dengan penyemprotan hama Perempuan lulusan Instiper Yogyakarta menyebutkan, sabun deterjen bisa digunakan untuk pemberantasan kutu putih. Belalang, ulat, dan lalat dapat diatasi dengan tembakau (kering) yang sudah diremdah, atau juga bawang putih, cabai tumbuk, serta serai yang ditambahkan air.

“Semprotkan di bagian yang terserang hama. Apabila cara penyemprotan dengan bahan organik ini tidak bisa mengendalikan hama, maka segera lakukan pengendalian dengan kimia, menggunakan insektisida berbahan aktif karbaril yang bisa membunuh serangga dengan mengganggu fungsi normal system saraf. (sutriyati)