Cetak Rekor Terbanyak, Kasus Positif Covid-19 di DIY Hari Ini Bertambah 64 Orang

Logo Pemda DIY (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat (31/7) bertambah 64. Penambahan kasus baru tersebut tergolong yang terbanyak dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, dengan penambahan 64 kasus baru itu, maka total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY saat ini menjadi 674 kasus.

Menurut Berty, distribusi kasus berdasarkan domisili, kasus terbanyak ditemukan di Sleman (24), menyusul Bantul (23), Kota Yogyakarta (9), dan Gunungkidul (4). Sedangkan Kulon Progo tidak ditemukan kasus baru.

Sedangkan jika dilihat berdasarkan riwayatnya, lanjut Berty, maka kasus baru terbanyak ditemukan dari hasil skrining.

“Skrining karyawan kesehatan 26 kasus,” ungkap Berty,Jumat (31/7/2020).

Selain skiring karyawan kesehatan, juga ditemukan satu kasus dari skrining pasien pra operasi, dan satu kasus skrining karyawan. Sisanya, sebut Berty,sembilan kasus karena kontak tracing kasus sebelumnya, tiga kasus dengan riwayat perjalanan dari luar daerah, dan 24 kasus belum diketahui riwayatnya.

Baca Juga:  PT Pos Indonesia buka Layanan Gratis Pengiriman Bantuan ke Lombok

Berty menambahkan, jumlah sampel yang diperiksa lab pada 31 Juli 2020 ini sebanyak 1.085, dan orang yang diperiksa 760.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana berpandangan bahwa dengan banyaknya jumlah sampel yang harus diperiksa di lab setiap hari, maka lab-lab kesehatan tersebut perlu mendapatkan dukungan dari Pemda agar tetap dapat beroperasi secara optimal. Pasalnya, kecepatan dan kapasitas lab yang memadahi sangat penting untuk mendukung keberhasilan penanganan Covid-19 di DIY.

“Saya melihat sendiri bagaimana laboratorium laboratorium Di DIY bekerja sangat keras ditengah keterbatasan fasilitas, SDM, maupun pembiayaan,” kata Huda dalam pernyataan tertulisnya.

Baca Juga:  Virus Zika Mengancam, Ini yang Perlu Diwaspadai

Bahkan, kata dia, beberapa laboratorium yang sebelumnya digunakan untuk keperluan lain, terpaksa diubah menjadi lab Covid-19. Diantaranya, Lab mikrobiologi UGM, BBTKLPP, lab di RSUP Dr. Sardjito, lab di RSPAU Hardjolukito, dan BBVet Kulon Progo. Dari pengalihan fungsi itu, kapasitas lab di DIY kini mencapai 1.500 sampel per hari. Kapasitas terbanyak di lab BBTKLPP yang bisa menggarap 1.000 sampel dengan 15 jam kerja per hari.

“Tambahan paling penting adalah SDM laboran yang kompeten agar bisa berbagi kerja dengan SDM yang saat ini sudah ada. Sebab, beberapa laboratorium bisa menambah shift kerja untuk menaikkan kapasitas, tetapi terkendala kurang SDM,” usul politisi PKS ini.

Baca Juga:  BPKH: Kuota Tambahan 10 Ribu Jamaah Haji tak akan Gunakan APBN

Selain itu, imbuh huda, dukungan APD, peralatan lab, PCR, operasional, reagen,dan berbagai keperluan lain juga sangat diperlukan.

Untuk itu pihaknya meminta agar Dinkes DIY segera berkoordinasi termasuk dengan Pemda Jateng untuk melakukan pendataan kebutuhan di lab, sehingga bisa terpenuhi.

Di lain pihak, Huda juga mengapresiasi langkah Gubernur DIY yang memperpanjang status tanggap darurat untuk ketiga kalinya, pada 30 Juli kemarin.

“Ini mengisyaratkan bahwa penanganan Covid-19 memerlukan strategi nafas panjang. Kita belum tahu sampai kapan akan diakhiri status tanggap darurat ini,” ucapnya.

Pihaknya berharap, status tanggap darurat akan diberlakukan terus untuk memudahkan penanganan Covid-19, dan administrasi pemerintah, serta kewaspadaan masyarakat.

“Keberhasilan penanganan Covid-19 dalam jangka panjang sangat tergantung dari ketahanan Rumah sakit dan laboratorium,” anggapnya.(Rep-02)