Corona Mewabah, Aksi Kemanusiaan di DIY Menjamur

KDK membagikan paket bantuan kepada tukang becak di Yogyakarta (dok. istimewa)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Bencana non alam berupa wabah Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) telah menggerakkan banyak pihak untuk peduli. Tidak hanya peduli pada kebersihan dan kesehatan, tetapi juga kepedulian terhadap sesama. Terutama kelompok-kelompok rentan dan marginal.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Forum ekonomi umat mandiri (Feum) yang sejak awal Covid-19 mewabah sudah membagi-bagikan bantuan dalam bentuk paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Kini, menurut Ketua Feum Yogyakarta, Asra, pihaknya juga berencana memberikan paket bantuan sambako bagi para penyandang disabilitas.

“Target kami 300 orang, tapi nanti tergantung perolehan dana hingga awal puasa,” kata Asra kepada kabarkota.com, Senin (13/4/2020).

Baca Juga:  6 Anak Berkebutuhan Khusus terima Bantuan Alat Bantu Dengar

Asra menyebutkan, para penyandang disabilitas yang akan disasar adalah para tuna netra yang selama ini bekerja sebagai tukang pijat, para penyandang disabilitas yang terampu di pondokan, di rumah-rumah, dan difabel yang ada di beberapa jaringan Feum.

Pihaknya menganggap, mereka merupakan kelompok masyarakat yang paling terdampak, dan kurang berdaya jika tak diupayakan. Nantinya, bantuan akan langsung diberikan kepada para penerima manfaat yang didata by name oleh para relawan Feum.

Aksi kemanusiaan di tengah bencana Covid-19 juga digagas oleh salah seorang warga DIY, M. Imam Santoso bersama teman-temannya yang menamakan diri Komunitas Dampak Korona (KDK).

Mantan Komisioner Lembaga Ombudsman (LO) DIY ini menuturkan, sejak Pemda DIY mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah saja, maka sendi ekonomi melemah. Pihaknya mengaku sempat berkeliling kemudian membantu pada pekerja informal yang sangat terdampak atas kebijakan tersebut.

Baca Juga:  Cegah Corona Meluas, Puncak Peringatan Tingalan Jumenengan Dalem Sultan HB X akan Dibatalkan

“Mereka yang masih di jalanan beresiko terpapar, tapi jika harus tinggal di rumah, resikonya mereka tidak makan…. sehingga kami mencoba mengalang dana untuk memberikan bantuan semampunya,” jelas Imam.

Dari hasil donasi yang terkumpul, lanjut Imam, KDK menyalurkan bantuan tersebut pada setiap hari Jumat. Diantaranya berupa pembagian nasi bungkus dan uang saku kepada 100 orang di jalanan, serta pembagian paket sembako kepada para tukang parkir, pekerja sol sepatu, tukang becak, pengemudi ojek online, dan sejumlah warga kurang mampu lainnya.

Baca Juga:  UU ITE tak Mampu Menjerat Hoaks

“Wabah Corona memang sudah menjadi momok, tapi jangan sampai kita kehilangan rasa kemanusiaan,” pesannya.

Pihaknya juga berpendapat bahwa saat ini menjadi waktu yang tepat dan terbaik untuk berbagi dengan sesama. Terlebih, para pekerja sektor informal menghadapi mas sangat berat di tengah kebijakan agar masyarakat berada di rumah saja.

Lebih lanjut pihaknya berharap, masyarakat dapat melihat bencana Corona kali ini dengan rasa syukur, dan terus berbagi dalam bentuk apapun termasuk doa, serta taat pada anjuran pemerintah.

“Tetap jaga kesehatan dan pola hidup sehat,” pintanya.

Selain itu pihaknya juga mendorong agar pemerintah segera mengaplikasikan regulasi, dan mengeksekusi program yang sudah dibuat. (Rep-01)