CT: Milenial Berjiwa Enterpreneur Tinggi, tapi Tingkat Keberhasial Usaha masih Rendah

CT dalam Executive Lecture CT, “Dari ‘Anak Singkong’ ke Pemimpin Inovatif”, di University Club UGM, Jumat (30/11/2018). (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Pengusaha sukses, Chairul Tanjung (CT) menilai, generasi milenial memiliki jiwa enterpreneur yang luar biasa, namun tingkat keberhasilan usahanya masih rendah.

Penilaian tersebut sebagaimana yang dipaparkan CT dalam Executive Lecture CT, “Dari ‘Anak Singkong’ ke Pemimpin Inovatif”, di University Club UGM, Jumat (30/11/2018).

Hal itu, ungkap CT, terlihat dari banyaknya generasi milenial yang ingin keluar dari pekerjaannya di perkantoran untuk menjadi enterpreneur (47%). Tapi di sisi lain, ia juga memapatkan, ada 52.3% usaha mati (gagal) yang dijalankan oleh anak-anak muda, di bawah usia 30 tahun, dan 45.6% usaha yang dijalankan enterperneur usia di atas 30 tahun juga mati.

Baca Juga:  UUK DIY Kembalikan Status Kepemilikan Tanah Kasultanan dan Kadipaten

Menurutnya, kegagalan usaha itu tak lepas dari karakter milenial yang lemah dalam eksekusi. Selain itu, mereka juga memiliki karakter konsumtif (49%) yang lebih besar, jika dibandingkan jiwa kewirausahaannya (35%), dan sifat kerja kerasnya (36%).

“Padahal, syarat sukses enterpreneurial itu tidak konsumtif, ungkap chairman CT Corp ini.

Oleh karenanya, perlu perubahan paradigma. Selain efisien dan produktif, Sumber Daya Manusia yang Unggul, melalui inovasi, kreativitas, dan enterpreneurship juga menjadi faktor penentu keberhasilan usaha.

Baca Juga:  Ekonom UGM, Toni Prasetiantono Meninggal Dunia

“Semua orang biasa menjadi enterpreneur. Enterpreneur itu orang yang mampu membaca peluang dan menangkapnya. Kalau tidak ada peluang? ya ciptakan peluang,” tegas CT.

Seorang enterpeneur yang sukses, lanjut CT, berorientasi pada hasil (result oriented), perfeksionis, serta disiplin. (Rep-02)