Deklarasi Yogya Aman Diwarnai Kericuhan

Ribuan Relawan dan anggota Ormas DIY menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Deklarasi Yogya Aman, di Kompleks Planet Pyramid Bantul, Minggu (28/10/2018). (dok. kabarkota.com)

BANTUL (kabarkota.com) – Sekitar 1.000 relawan dan anggota dari 28 ormas yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) DIY, Minggu (28/10/2018), berkumpul di kompleks planet Pyramid, Bantul.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) FKOR DIY, Waljito mengatakan, kehadiran mereka kali ini dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Deklarasi Yogya Aman. Hal ini dilakukan, dalam rangka menyikapi tahun politik di mana gesekan antar kelompok khususnya di Yogyakarta semakin marak terjadi.

Baca Juga:  Sedayu Bantul siap-siap Pemadaman Lisrik Bergilir

“Kami berkomitmen bersama untuk menjaga Yogya tetap aman dan damai di tahun politik ini,” kata Waljito kepada wartawan.

Ada empat poin penting yang dideklarasikan oleh ribuan relawan dan anggota ormas di DIY. Pertama, anggota relawan dan Ormas DIY ikut mengawal Pancasila, NKRI, dan UUD 1945. Kedua, anggota relawan dan ormas tak akan berpolitik praktis, dan tak berafiliasi dengan Parpol manapun. Ketiga, anggota relawan dan ormas berkomitmen untuk mensukseskan Pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk di DIY. Keempat, anggota relawan dan relawan DIY mendukung aparat keamanan dalam memberantas kejahatan dan mewujudkan DIY yang aman dan kondusif.

Baca Juga:  Kubu Romi dan Djan Faridz Merapat ke Ahok-Djarot, Ini Sikap PPP DIY

Pada pertemuan kali ini, selain dihadiri oleh anggota ormas dan relawan, sejumlah veteran juga tampak hadir. Dari pantauan kabarkota.com, hingga berita ini diturunkan, acara yang bertema Merajut Kebersamaan selalu dalam Kebhinnekaan ini masih berlangsung.

Usai Deklarasi, Diwarnai Kericuhan

Sayangnya, acara yang dimaksudkan untuk menjaga kedamaian ini sempat diwarnai kericuhan sejumlah oknum peserta deklarasi yang hadir.

Menyikapi kejadian tersebut, Ketua FKOR DIY, Ronny Hendro Wibowo menduga, kericuhan tersebut terjadi karena senggolan saat berjoget.

Baca Juga:  Meski Rumit, Penyelenggara Diminta tak Terburu-buru Mengganti Sistem Pemilu Serentak

“Kami akan melakukan evaluasi atas kericuhan tersebut,” tegasnya kepada kabarkota.com. (Rep-02)