Deputi Perdana Menteri Singapura Berikan Konfirmasi Akan Dukung Program Tax Amnesty

Ilustrasi (sumber: netralnews.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan bahwa Singapura mendukung program pengampunan pajak atau tax amnesty yang sedang dijalankan oleh pemerintah Indonesia. Kepastian ini ada setelah Sri Mulyani melakukan konfirmasi langsung ke Deputi Perdana Menteri (PM) Singapura Tarman Shamugaratnam.

Pemerintah Singapura melalui Monetary Authority of Singapore (MAS) memberi dukungan terhadap program tax amnesty pemerintah Indonesia. Hal ini disampaikan terkait dengan pemberitaan bahwa perbankan Singapura akan melaporkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti program tax amnesty.

Baca Juga:  Reuni PA 212 segera Digelar, Sekretaris MUI DIY: Itu Gerakan Individu

“Berita itu akan berpotensi mengganggu para wajib pajak (WP) terutama yang berdomisili atau yang menempatkan uang dan hartanya di Singapura,” kata Sri dalam konferensi pers di Komplek Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (15/9/2016).

Singapura berkewajiban mematuhi aturan Financial Action Tax Force (FATF), salah satu caranya dengan mewajibkan perbankan Singapura untuk melaporkan setiap ada transaksi yang dianggap mencurigakan. MAS menghimbau seluruh perbankan Singapura memberikan dukungan kepada setiap klien yang akan memakai haknya mengikuti program tax amnesty.

Baca Juga:  Pancasila Dinilai Kurang "Menyentuh" Personal

“Ini merupakan hal yang lazim dilakukan oleh seluruh negara anggota FATF, untuk mendeteksi adanya aktivitas keuangan ilegal, termasuk kegiatan pencucian uang,” ujarnya.

Menkeu menambahkan, WNI yang mengikuti program tax amnesty dan menempatkan aset atau dananya di Singapura tidak dapat digolongkan sebagai hal tersebut, karena penting untuk memperbaiki pengelolaan pajak di Indonesia

“Di dalam konteks tax amnesty di Indonesia, Singapura dari sisi MAS menekankan bahwa keikutsertaan Warga Indonesia di dalam program tax amnesty. Indonesia tidak bisa dianggap sebagai suatu tindakan yang bisa menarik atau memicu investigasi kriminal,” tandasnya.

Baca Juga:  Dana repatriasi tax amnesty wajib diinvestasikan

Dari pemberitaan sebelumnya dikatakan bahwa Singapura akan melaporkan WNI yang menyimpan dana maupun asetnya di Singapura, yang akan mengikuti program Amnesti Pajak. Laporan akan diberikan kepada FATF, dikabarkan akan menjadi dasar pihak kepolisian Singapura melakukan investigasi keterlibatan peserta tax amnesty atas kegiatan kriminal penghindaran pajak. (setkab.go.id/Ed-04)