Di Balik Bencana Banjir yang Terus Berulang di Yogya

Ilustrasi (dok. istimewa)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah DIY, khususnya di kota Yogyakarta akhir-akhir ini, menimbulkan bencana banjir di sejumlah titik.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) DIY, saat terjadi hujan pada 24 Januari 2017 misalnya, tercatat ada 17 titik luapan banjir di Kota Yogyakarta.

Bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut memang bukan persoalan baru. Namun hampir selalu terjadi di saat musim penghujan tiba.

Menyikapi persoalan banjir yang terus berulang di wilayah kota Yogyakarta, Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Pristiawan mengatakan, persoalan tersebut bukan semata karena curah hujan yang tinggi, melainkan juga ada persoalan infrastruktur, seperti saluran drainase yang tidak memadahi, serta tata ruang kota yang terkesan mengabaikan kelestarian lingkungan di sekitar bantaran sungai.

Pihaknya mencontohkan, penyempitan aliran sungai yang ekstrim di sekitar jalan Urip Sumoharjo Yogyakarta akibat padatnya pemukiman, pembangunan hotel, dan toko-toko modern

“Berdasarkan survei kami akhir tahun kemarin (2016) memang ada beberapa titik tapi kalau kota yang paling krusial di situ,” kata Pristiawan di kantornya, Rabu (25/1/2017).

Pristiawan juga mengaku, sebenarnya BPBD DIY telah menyampaikan rekomendasi-rekomendasi ke Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengatasi berbagai persoalan kebencanaan. Namun karena kompleksnya persoalan, maka hingga kini upaya yang dilakukan Pemda belum terlihat optimal.

Karenanya, kata Pristiawan, kebijakan pemerintah untuk revitalisasi sungai dan reinstrukturisasi sistem drainase perlu segera dilakukan, selain langkah mitigasi bencana oleh masyarakat.

Sementara Kepala BMKG DIY, I Nyoman Sukanta memprediksi, dalam seminggu ke depan, curah hujan di DIY masih tinggi, sehingga pihaknya mengimbau agar Pemda meningkatkan kesiap-siagaan dalam mengantisipasi bencana alam, termasuk di kota Yogyakarta. (Rep-03/Ed-03)