Dibatalkan di UGM, Penyelenggaraan Seminar Kebangsaan Dipindahkan

Seminar Nasional “Kepemimpinan Era Milenial”, di salah satu rumah makan jalan Magelang, Sleman, DIY, Jumat (12/10/2018). (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Panitia penyelenggara Seminar Nasional “Kepemimpinan Era Milenial” yang awalnya dijadwalkan di aula Fakultas Peternakan UGM, pada Jumat (12/10/2018) siang, terpaksa dipindahkan pelaksanaannya di salah satu rumah makan sekitar Jalan Magelang, Sleman. Hal itu terkait adanya pembatalan ijin dari pihak UGM, karena dikhawatirkan kegiatan tersebut bermuatan kampanye politik praktis.

Padahal Dewan Pengarah Kegiatan, Luthfi Alfianto mengatakan, acara yang di-support oleh sejumlah instansi termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan UGM dan Leader of Change Assosiation (LCA) itu merupakan seminar yang membahas tentang bagaimana nilai-nilai kepemimpinan ideal di era milenial. Seminar ini menghadirkan tiga pembicara, yakni Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursydan Baldan, Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, dan Pakar Sosiologi Alumni Essex University, Zaki Arrobi.

Baca Juga:  DPD RI: Kasus Ahok tak Semata soal Penistaan Agama

Menurut Luthfi, BEM Fakultas Pernakan UGM dan ketua panitia yang juga perwakilan dari LCA, Jibril Abdul Azis pada akhirnya memilih mengundurkan diri, setelah adanya tekanan dari pihak aparat kemanan, dan kampus yang meminta agar acara tersebut dibatalkan.

Dalam seminar kali ini, Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said memaparkan topik tentang Memimpin di Masa Kini dan Mendatang. Menurutnya, ada empat kunci leadership dengan personal power yang perlu diterapkan oleh seorang pemimpin, yakni kejujuran, kompetensi, jaringan, dan sikap pembelajaran.

“Kalau Anda punya itu, maka Anda tidak akan khawatir. Anda mempunyai bekal,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, di era yang serba terbuka seperti sekarang, di mana orang cenderung mempunyai pendirian masing-masing karena mereka bisa mencari pengetahuan sendiri, mencari topangan ekonomi sendiri sehingga generasi ke depan lebih mandiri, maka leadership dengan personal power tersebut menjadi sangat diperlukan.

Baca Juga:  Pengamat Peburuhan UGM sebut RUU Cipta Kerja Bertentangan dengan UUD

Benarkah Ada Intimidasi?

Sementara dihubungi terpisah, ketua panitia, Jibril Abdul Azis mengaku, pihaknya memang sempat mendapatkan tekanan dari pihak kampus, jika nantinya masih menggelar kegiatan sejenis di UGM, maka mahasiswa yang bersangkutan bisa di-DO. Karenanya, Jibril mengambil opsi untuk membatalkan seminar di UGM itu, dengan pertimbangan “keamanan studi” tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga mahasiswa-mahasiswa yang lain.

“Sebenarnya saya juga menyayangkan (pembatalan acara di UGM),” ucap Jibril.

Namun, Kapala Bidang Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani saat dikonfirmasi, membantah terkait adanya ancaman tersebut. “Sama sekali tidak ada (ancaman DO),” tegasnya.

Baca Juga:  Mencari Jalan Lain Penyelesaian Sengketa UU ITE

UGM Batalkan Ijin Seminar

Secara tertulis, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus juga menyampaikan pernyataan resmi, yang juga ditandatangani oleh Ketua BEM Fakultas Pertenakan UGM, Angger M. Ghozwan Hanif, tertanggal 12 Oktober 2018.

(Dok. Humas dan Protokol UGM)

Dalam surat pernyataan yang terdiri atas empat poin tersebut, pada intinya mereka berdalih bahwa Seminar Kebangsaan tersebut bukan merupakan acara yang oleh organisasi kemahasiswaan di bawah koordinasi Fakultas Peternakan UGM, sehingga pemberian ijin penggunaan ruang auditorium di fakultas tersebut dibatalkan. (Rep-03)