Dishub Kota Yogya Akui Infrastruktur Keselamatan Berlalu-lintas belum Memadahi

Seminar dan Diskusi tentang Upaya Peningkatan Keselamatan Transportasi pada Anak di Yogyakarta, di UC UGM, Jumat (15/7/2016). (sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta mengakui belum memadahinya infrastruktur keselamatan berlalu-lintas di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Keselamatan Lalu-Lintas Dishub Kota Yogyakarta, Hary Purwanto, dalam Seminar dan Diskusi tentang Upaya Peningkatan Keselamatan Transportasi pada Anak di Yogyakarta, di UC UGM, Jumat (15/7/2016).

Pihaknya mencontohkan, belum memadahinya sarana dan prasarana tersebut antara lain, pembuatan zona untuk para pengguna sepeda justru ditempati sebagai lokasi parkir tepi jalan. Begitu pun dengan trotoar yang seharusnya bagi pejalan kaki malah digunakan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dan juga perparkiran.

Baca Juga:  Melawan Ekstrimisme Agama melalui Eks Kombatan Jihadis

“Kami telah berusaha menertibkan. Salah satunya di kawasan Malioboro yang sekaligus menjadi pilot project,” ucapnya.

Terkait parkir tepi jalan, Hary mengaku cukup kesulitan untuk menertibkan mereka karena yang terjadi justru sering kucing-kucingan antara petugas penertiban dengan para tukang parkir. Hanya saja, menurutnya, langkah penindakan sering dilakukan melalui operasi gabungan dengan Polri dan Dinas Ketertiban (Dintib). Mengingat, Dishub tidak memiliki kewenangan yustisi

Baca Juga:  CT: Milenial Berjiwa Enterpreneur Tinggi, tapi Tingkat Keberhasial Usaha masih Rendah

Sementara Perwakilan dari Ditlantas Polda DIY, Kristiono mengklaim bahwa setiap tahunnya, pemerintah telah melakukan perbaikan atas buruknya sarana dan prasarana lalu-lintas tersebut.

Meski begitu, faktor lain seperti penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur, minimnya fasilitas angkutan umum untuk antar jemput anak sekolah, serta masih rendahnya kesadaran orang tua dalam menjaga keselamatan anak dalam berkendara juga masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk Yogyakarta.

“Yang terjadi umumnya justru orang tua bangga kalau anaknya yang masih di bawah umur sudah bisa mengendarai kendaraan bermotor sendiri. Padahal, anak-anak berpotensi besar melakukan pelanggaran dan mengalami kecelakaan di jalan,” sesalnya.

Baca Juga:  Jadwal Listrik Padam di DIY per 5 Desember 2018

Kepala Institute Pelatihan Pendidikan Keselamatan Pasca Sarjana Manajemen Kesehatan Negara Universitas Gachon Korea, Hoe Uk berpendapat, semestinya para orang tua memastikan benar keselamatan anaknya saat hendak berkendara. Sebab, dengan kesadaran orang tua itu maka dapat membantu menjaga keselamatan anak-anak. (Rep-03/Ed-03)