Ditemui Prabowo, Sultan Tetap Netral

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Calon Presiden Nomor urut 1, Prabowo Subianto, Selasa (1/7) petang menemui Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta kerabatnya, di Kraton Kilen.
Pada pertemuan itu Sultan kembali menegaskan bahwa dirinya tetap pada pendirian awal untuk tidak memihak salah satu pasangan capres, dalam Pilpres 2014.
"Saya tetap netral," tegas Sultan kepada wartawan usai menyalami para tamu undangan yang bergerak menuju ke Ndalem Probosutejan.
Ditanya terkait tidak adanya pertemuan tertutup sebagaimana yang pernah ia lakukan bersama Jokowi di tempat yang sama, Sultan berdalih, kedatangan Prabowo sekedar bersilaturrahim.
"Beliau kan cuma minta ijin mau campaign (kampanye)," tutur Sultan. 
Baca Juga:  Angkasa Pura I: Progres Pembangunan YIA 97.8%
Dalam pertemuan yang kurang dari 1 jam itu, Sultan dan prabowo yang duduk satu meja dengan Herry Zudianto, Abu Rizal Bakrie, Hidayat Nur Wahid, dan Romuhurmuzy tampak akrab berbincang dan sesekali terdengar gelak tawa mereka.
Selain didampingi tim pemenangan dan beberapa politisi nasional tersebut, Siti Hediati Hariadi alias Titiek Soeharto, Ahmad Dhani, dan Mulan Jameela juga turut hadir bersama rombongan.
Setelah menyelesaikan makan malam sekaligus buka puasa bersama, Prabowo dan rombongan menuju ke Ndalem Probosutejan dan disambut oleh ratusan simpatisan di pendopo.
Dalam orasinya, Prabowo berjanji bahwa jika terpilih menjadi Presiden nantinya, akan tetap bersama-sama dengan partai koalisi pengusung dirinya bersama Hatta Rajasa selama lima tahun ke depan.
Baca Juga:  Remaja Disabilitas Masih Memandang Tabu Soal Ini
Mantan menantu Presiden Soeharto ini juga mengklaim bahwa hingga saat ini telah lebih dari seribu ormas dan relawan yang secara sukarela mendeklarasikan dukungannya untuk kemenangan Prabowo – Hatta, melalui posko-posko di seluruh Indonesia.
"Di Posko Pattimura DIY, saya mendapat laporan dari saudara Herry (Herry Zudianto) telah mencapai 300-an relawan," sebut Prabowo yang disambut tepuk tangan massa.
Prabowo juga kembali menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terhormat, tidak bisa dibeli, dan dibodohi.
Baca Juga:  Ekspresi Kesedihan Presiden Jokowi Terhadap Balita Korban Bom Samarinda
Pihaknya juga mengakui, di hari-hari terakhir kampanye Pilpres ini merupakan masa yang berat.
"Kita tidak boleh diam dan santai karena yang kita hadapi adalah pertarungan," serunya.
Terkait isu akan adanya isu money politic jelan Pilpres 9 Juli mendatang, Prabowo punya cara tersendiri untuk menyiasatinya.
"Jangan khawatir, terima saja uangnya, ucapkan terima kasih, masukkan kantong, tapi 9 Juli tetap pilih nomer 1," pekik dia disambut aplous dari para simpatisannya. (jid/tri)