Dollar Turun, Emas Naik

Ilustrasi: emas batangan (sumber: financeroll.co.id)

CHICAGO (kabarkota.com) – Harga Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange merangkak naik, pada Jumat waktu setempat atau Sabtu (14/2) waktu Indonesia. Kenaikan Harga emas ini akibat anjloknya nilai tukar dolar karena sentiman konsumen yang makin melemah.

Penguatan harga emas ditunjukkan dengan kontrak emas untuk pengiriman April yang naik 6,4 dolar AS, atau 0,52 persen, menjadi 1.227,10 dolar AS per ounce.

Baca Juga:  BMT punya Peran Strategis ikut Wujudkan Mimpi Indonesia 2024

Laporan University of Michigan juga menyatakan, Indeks Dolar turun 0,01 persen menjadi 94,18 pada Jumat. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap enam mata uang utama lainnya.

Logam mulia ini juga mendapat dorongan ketika indeks sentimen konsumen jatuh ke 93,6 pada pertengahan Februari, dibandingkan dengan angka Januari di 98,. Menurut analis, itu merupakan angka indeks terbaik dalam 11 tahun terakhir.

Analis tersebut berpendapat bahwa emas dan dolar biasanya memang bergerak berlawanan arah. Artinya, jika dolar naik, emas berjangka akan jatuh karena emas diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor. (antara)

Baca Juga:  Sebuah kapal kayu tenggelam di perairan Malaysia, diperkirakan 66 WNI hilang.