Dua Pelaku Penyerangan terhadap Novel Baswedan Ditangkap, Mantan Pimpinan KPK ini tetap Pesimis

Mantan Pimpinan KPK, Busyro Muqqodas. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqqodas belum optimis, kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan akan selesai dengan tuntas. Meskipun, baru-baru ini, dua pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu telah diungkap.

Busyro justru mempertanyakan, kenapa pelakunya baru terungkap sekarang. Padahal, pada 2017 lalu, usai Novel mengalami musibah tersebut, pihaknya telah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dari berbagai unsur, namun tak direspon Presiden.

“(Pelaku) yang muncul sekarang ini banyak dikritisi. Diantaranya karena berbeda dengan identitas yang justru dimunculkan jajaran Polda DKI (Polda Metro Jaya),” jelas Busyro kepada wartawan, di kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (30/12/2019).

Baca Juga:  Remaja Disabilitas Masih Memandang Tabu Soal Ini

Oleh karenanya Busyro berharap agar nantinya semua pihak benar-benar mencermati dalam proses reka ulang perkara yang digelar pihak Kepolisian, pasca penangkapan dua oknum polisi aktif yang diduga melakukan penyerangan terhadap Novel Baswedan. Hal tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana kejujuran dari proses tersebut

“Kemudian, diperlukan advokat independen, bukan ditunjuk oleh Polri… yang itu nanti menjadi pembuka misteri yang sesungguhkan, ini pelaku sesungguhnya atau bukan di dalam proses-proses itu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Forum LSM DIY Nilai Usulan Sultan Berlebihan

Busyro juga beranggapan tak logis jika penyerangan terhadap Novel merupakan sentimen pribadi, sebagaimana yang disampaikan pihak kepolisian. Sebab, selama dirinya menjabat sebagai komisioner di KPK selama empat tahun, upaya penganiayaan terhadap KPK, tak hanya penyidik sudah terjadi setidaknya tujuh kali. Pihaknya meyakini, hal itu tak lepas dadi pembongkaran kasus-kasus besar yang tengah ditangani tim penyidik KPK.

“Kalau memang itu karena sentimen pribadi, kenapa baru sekarang yang bersangkutan membuat pengakuan? Apalagi mereka adalah para polisi aktif kan,” anggap Busyro.

Sebelumnya, pada 26 Desember 2019 lalu, Bareskrim Polri mengamankan dua orang pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Baca Juga:  JaDi DIY dan UGM Gelar Rangkaian Talkshow Badah Program Capres/Cawapres 2019

Kabareskrim Polri, Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada dua pelaku berinisial RM dan RB merupakan anggota Polri yang masih aktif.

Sementara dilansir laman wartaekonomi, salah seorang pelaku tersebut sempat berteriak bahwa dirinya tidak suka terhadap Novel, dan menyebutnya sebagai seorang pengkhianat. (Rep-02)