Fakta di Balik Penghadangan Massa oleh Paspampres di Muktamar Pemuda Muhammadiyah

Suasana saat ribuan peserta dan penggembira Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah tertahan di pintu masuk utama Sportorium UMY, 26 November 2018. (dok. kabarkota.com)

BANTUL (kabarkota.com) – Waktu menunjukkan sekitar pukul 08.00 WIB, ketika kabarkota.com tiba di sekitar Sportorium UMY, jelang pembukaan Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah, 26 November 2018.

Dari kejauhan, tampak kerumunan ribuan massa yang sesekali terdengar meneriakkan takbir “Allahuakbar!” pekik mereka sembari menganggat satun tangan dengan jari mengepal. Sementara sebagian lainnya tampak sedang mengabadikan peristiwa tersebut dengan kamera HP masing-masing.

Tidak jelas apa yang tengah mereka suarakan, karena selain tak menggunakan megaphone, suasana juga sangat riuh. Hanya saja, tampak di tengah-tengah kerumunan massa itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak terlihat tengah menenangkan massa, dan kemudian melobi paspampres yang berjaga di pintu masuk utama peserta muktamar.

Baca Juga:  Dahnil Anzar Sebut 2 Etika Pemuda Muhammadiyah di Arena Muktamar

Belakangan diketahui, kerumunan massa tersebut memprotes aturan yang tak membolehkan para peserta dan penggembira muktamar masuk tanpa id khusus yang distempel Korem. Selain itu, mereka juga dilarang membawa tas dan HP ke dalam Sportorium. Mengingat, acara pembukaan tersebut akan dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Bahkan tak hanya peserta dan penggembira, para wartawan yang akan melakukan peliputan juga sempat tak diijinkan membawa tas dan HP ke dalam arena pembukaan muktamar. Namun setelah memberikan argumen, akhirnya petugas di pintu metal detektor di pintu masuk barat melunak, dan mengijinkan pers membawa masuk barang-barang tersebut.

Baca Juga:  Pemeliharaan jaringan, Ini sejumlah Titik Pemadaman Listrik di DIY

Sementara para wartawan di dalam, suasana di depan pintu utama masih gaduh, tapi tak berapa lama, satu per satu peserta akhirnya bisa masuk ke sportorium dengan menenteng tas dan membawa HP.

Saat kabarkota.com mencoba mengkonfirmasi apa yang terjadi, salah satu staf humas dan Protokol UMY, Sakinah, pada intinya mengatakan bahwa mereka tak diperbolehkan masuk tanpa memaki co-card, membawa tas dan HP. Pihaknya juga mengklaim, hal tersebut sebelumnya juga telah diinformasikan oleh panitia. (Rep-03)