Filipina Optimis Bebaskan Sandera Kelompok Abu Sayyaf

Ilustrasi (dok. kabarkota.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Juru Bicara Militer Regional di Filipinan, Filemon Tan menyatakan bahwa keselamatan para sandera asal Indonesia dan Malaysia oleh kelompok Abu Sayyaf menjadi prioritas utama mereka.

“Kami melihatnya dari sudut pandang yang optimistis, keselamatan mereka (sandera Indonesia dan Malaysia) adalah prioritas utama kami,” kata Tan, seperti dilansir BBC Indonesia, Minggu (10/4/2016).

Karenanya, Tan mengaku akan terus mengupayakan yang terbaik guna membawa mereka ke tempat aman.

Baca Juga:  UU ITE Direvisi, Indeks Kebebasan Berinternet di Indonesia masih Buruk

“Kami harus fokus pada operasi militer, ini,” tegasnya.

Sebelumnya, belasan militer Filipina dilaporkan telah meninggal dunia dan 50 tentara lainnya mengalami luka-luka, dalam pertempuran sengit melawan kelompok militan tersebut, di Pulau Basilan, selatan Filipina. Sedangkan dari pihak milisi, setidaknya lima militan juga meregang nyawa dalam kontak senjata tersebut.

Sementara pemerintah Indonesia, melalui Sekretaris Kabinet, (Setkab), Jumat (8/4/2016) pekan lalu menyatakan bahwa pada dasarnya pemerintah siap mengirimkan pasukan TNI dan Polri untuk membebaskan mereka, jika Filipina tidak bisa segera menyelesaikan masalah penyanderaan WNI itu.

Baca Juga:  Pemerintah Didesak Bayar Tebusan untuk 10 WNI Korban Penyaderaan di Filipina

“Kami menghormati pemerintah Filipina dapat segera menindaklanjuti, dan juga melakukan pendekatan dan sekaligus untuk segera bisa membebaskan para warga negara Indonesia yang disandera. Bagaimanapun kami menghormati Konstitusi yang dimiliki oleh Filipina,” kata Pramono seperti dikutip laman setkab.

Soal tenggat waktu, menurut Seskab, pemerintah tidak tahu, karena kelompok yang menyandera WNI tidak memberi tahu Pemerintah Republik Indonesia. (Rep-03/Ed-03)