Film “Senyap” Masuk Nominasi Oscar, Inikah Alasannya?

Ilustrasi (dok.kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Masuknya film Senyap atau The Look Of Silence dalam nominasi piala Oscar kategori dokumenter panjang cukup menyedot perhatian publik di Indonesia. 

Sutrada sekaligus dosen multimedia, animasi, dan desain UGM, Yusron Fuadi berpendapat, faktor utama yang membuat film Senyap masuk nominasi piala Oscar adalah tema yang diangkat.

Film garapan sutradara Joshua Oppenheimer ini terhitung sukses dalam mengangkat tema tentang tragedi 65.  Ini menjadi sebuah terobosan yang tidak dapat dilakukan oleh film maker lainnya. 

Menurutnya, penghargaan film dari Eropa seperti Oscar memang sangat tertarik dengan isu-isu kaum marginal, khususnya di wilayah timur, seperti Asia dan Timur Tengah.

“Isu-isu di Asia seperti pelanggaran HAM dan keterbelakangan sangat menarik orang eropa. Ini berbeda dengan film-film dari eropa yang masuk Oscar, justru didominasi film fiksi ilmiah,” kata Yusron kepada kabarkota, selasa (19/1/2016).

Selain itu, Senyap juga berhasil menjebak narasumber film untuk bahan ceritanya. Beberapa tokoh film tersebut berhasil dimintai keterangan untuk berbicara. Hanya saja, menurut Yusron, keberhasilan itu juga merupakan pelanggaran etik bagi film maker.

“Bagi saya, Joshua itu menjebak narasumbernya. Setelah membuat film itu, dia tidak peduli dengan nasib narasumber. Sekarang toh dia tidak pernah balik lagi ke sini. Seharusnya itu tidak boleh dilakukan oleh film maker,” sesalnya.

Sementara terkait dengan Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia yang tidak meloloskan film tersebut, Yusron berpendapat, bangsa Indonesia belum cukup dewasa dalam menyikapi isu-isu sensitif. 

“Dalam sensor film, Kita belum seperti Jepang atau korea. Masih setara dengan Negara-negara seperti Malaysia atau Brunei,” imbuhnya

Pada 28 Februari 2016 nanti, Senyap akan  bersaing dengan beberapa film dokumenter lainya seperti Amy (karya sutradara Asif Kapadia), Cartel Land(Matthew Heineman), What Happened Miss Simone? (Liz Garbus) dan Winter of Fire: Ukraine’s Fight for Freedom (Evgeny Afineesky). (Rep-04/Ed-03)