Forum Ilmuwan Indonesia akan Serahkan 81 Hasil Pemikiran ke Jokowi

Ketua Forum Ilmuwan Indonesia, Tulus Warsito (Tria/kabarkota.com)

BANTUL (kabarkota.com) – Forum Ilmuwan Indonesia (FII) akan menyerahkan sebanyak 81 pemikiran para ilmuwan. Salah satu anggota FII sekaligus Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Maryatmo mengatakan 81 pemikiran itu merupakan buah dari simposium yang dilakukan para ilmuan di beberapa perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Indonesia.

Isi hasil pemikiran tersebut meliputi berbagai macam sektor. Dari kedaulatan perekonomian dan kemandirian rakyat, poros maritim dunia, kedaulatan pangan, kedaulatan energi, hingga kesejahteraan sosial.

"Ini sebagai bentuk partisipasi rakyat dalam penyusunan agenda pemerintahan ke depan," kata Maryatmo dalam penutupan Simposium Nasional "Jalan Kemandirian Bangsa dan Menyambut Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla" di Gedung AR Fachruddin A Lantai 5, Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (18/10).

Dalam penutupan simposium itu hadir pula anggota Seknas Jokowi, Dadang Juliantara. Dadang mengatakan, peran serta ilmuwan dalam pemerintahan sangat diharapkan. Termasuk dalam hal ini kajian-kajian ilmiah dalam rangka membangun peradaban masyarakat.

"Kajian akan menjadi pemberat dan pertimbangan kebijakan pemerintahan," ujar Dadang.

Ia berharap forum seperti FII tak hanya selesai selesai Jokowi resmi menjadi presiden. Akan tetapi juga turut serta selama Jokowi memegang tampuk pemerintahan. "Ilmuwan bisa menjadi bagian terdepan dalam penggarapan hal-hal yang strategis itu," katanya.

Ketua FII, Tulus Warsito pun mengungkapkan hak yang hampir serupa. Tulus berujar jika keikutsertaan FII bukan sekadar ueforia. Menurutnya, hal ini akan sangat berbahaya.

Tulus mengatakan jika persaingan dalam pemilihan presiden terakhir ini sangat berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Baik dari pasangan calon maupun basis pendukungnya.

"Selisih suara pemenang presiden tidak sampai sepuluh persen. Ini menjadi tugas bersama untuk mengawal," ungkapnya.

AHMAD MUSTAQIM