Ganjar Pranowo Bantah Adanya Pengendapan DAU

Ilustrasi (sumber:jakartasatu.co)

SLEMAN (kabarkota.com)- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membantah adanya pengendapan Dana Alokasi Umum (DAU). Menurutnya ini hanya persoalan dari sistem. DAU merupakan sejumlah dana yang dialokasikan kepada setiap Daerah Otonom (provinsi/kabupaten/kota) di Indonesia setiap tahunnya sebagai dana pembangunan.

“Keluarnya kas tidak sama dengan masuknya maka terjadi akumulasi dan itu karena sistem,  katakan proyek yang harus dibiayai belum tentu kontraktornya menagih pada saat itu. Itu saja sih problemnya,” jelasnya saat ditemui kabarkota.com di UGM (30/8/2016).

Baca Juga:  Cuitan di Akun Twitter Soal Gizi Buruk di Papua Berbuah Pengusiran Jurnalis

Menurut Ganjar, dirinya sudah menanyakan langsung kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani, bahwa ada kesalahan data. Ganjar menegaskan jika ada pejabatnya yang berani mengendapkan, ia tidak segan-segan untuk memecatnya.

“Kemarin itu terjadi miss dan diomongkan dananya mengendap padahal nggak ada yang mengendap. Itu arus kas biasa sebenarnya, karena uang kasnya masuk di sana dananya belum tersedot ini dikatakan mengendap, padahal enggak,” cetusnya.

Baca Juga:  Jadwal Pemadaman Listrik 2 November 2018

Ganjar menceritakan bahwa Jawa Tengah kekurangan dana, sehingga kalau ada dana justru akan segera pemerintah gelontorkan, bukan malah diendapkan.

“Saya tegaskan ya, Jawa Tengah itu mungkin sebagian kecil propinsi yang melelang pekerjaan-pekerjaanya bulan desember tahun lalu. Itu sebagai spirit bahwa kami tidak mengendapkan, kami justru ingin mempercepat,” pungkas Ganjar. (Rep-04/Ed-01)