Gunung Merapi Masih Waspada, Menteri Jonan: Masyarakat tak perlu takut

Menteri ESDM, Ignasius Jonan (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan DIY – Jateng hingga kini masih dalam status waspada (level 2).

Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menegaskan, masyarakat tak perlu takut dengan aktivitas Merapi yang masih berstatus waspada tersebut, selama masyarakat masih menaati peraturan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi dan Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

“Peraturan yang telah ditetapkan oleh BPPTKG, yaitu untuk tidak beraktivitas di dalam radius 3 km dari Puncak,” kata Jonan, seperti dikutip dari twitter @BPPTKG, Sabtu (19/1/2019).

Selain itu, Jonan juga mengimbau, agar media tak membuat pemberiraan yang dapat meresahkan warga setempat, maupun masyarakat dari luar Yogyakarta yang ingin berwisata ke Merapi.

Berdasarkan data Seismik dari Badan Geologi PVMBG Kementerian ESDM per tanggal 18 Januari 2019, pukul 00.00 – 24.00 WIB, telah terjadi guguran sebanyak 28 kali, dengan jarak luncur maksimal sekitar 1.7 km, dan laju pertumbuhan kubah lava 2.300 meter kubik per hari.

Meski demikian, Pihaknya menyatakan bahwa untuk sementara waktu kegiatan pendakian di Gunung berketinggian 2968 mdpl ini tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

TRC BPBD DIY: Waspadai Lahar Hujan Bagi Penambang Pasir

 

Sementara dihubungi terpisah, Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, pristiawan Buntoro meminta, agar masyarakat yang melakukan penambangan pasir di hulu sungai, terutama Sungai Gendol, karena saat musim hujan seperti sekarang, material dari puncak gunung yang bercampur dengan air hujan bisa turun sewaktu-waktu, saat hujan deras mengguyur lereng Merapi.

“Pihak yang beresiko tinggi adalah masyarakat yang beraktifitas di bantaran sungai yang berhulu di Merapi, dalam hal ini, para penambang pasir, sehingga kami imbau untuk selalu memperhatikan cuaca,” kata Pristiawan kepada kabarkota.com.

Selain ancaman lahar hujan, para penambang dan pengemudi truk-truk pengangkut material Merapi ini juga perlu mewaspadai potensi tebing longsor. Mengingat, tebing sungai di daerah lereng Merapi, rata-rata dalam dan tegak lurus.

BMKG DIY: Sleman Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, Agus Sudaryatno memperkirakan, pada 19 – 20 Januari 2019, wilayah Sleman termasuk Sleman utara berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, pada pagi, sore, dan dini hari. (Rep-02)