Hadiri Pemakaman Korban Bom Molotov di Sleman, Djan Faridz Menangis

Proses pemakaman jenazah simpatisan PPP korban bom molotov, Didin Suparyanto di Dusun Bolawen, Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Senin (18/4/2016). (Sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP) versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz tak kuasa menahan tangisannya, saat memberikan sambutan dalam upacara pemakaman salah satu simpatisan PPP, Didin Suparyanto yang menjadi korban bom molotov di wilayah Mlati, Sleman, Minggu (17/4/2016) kemarin.

Tak hanya Djan Faridz, ratusan pelayat lainnya pun turut meneteskan air mata atas meninggalnya korban asal Dusun Bolawen, Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, yang masih berusia sekitar 18 tahun tersebut.

Baca Juga:  KTT LB OKI ke-5: Asa untuk Pembebasan Palestina

“Saya merasa kehilangan anak saya sendiri. Baru kali ini ada kader yang berkorban untuk PPP,” ucap Djan Faridz terbata-bata.

Pihaknya juga menyatakan bahwa hikmah di balik musibah tersebut, para kader partai berlambang Ka’bah yang mengakui kepemimpinannya tersebut makin bersatu.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DIY, Sukri Fadholi yang juga memberikan sambutan dalam pelepasan jenazah tersebut juga menganggap, kematian salah satu kader terbaik PPP itu menyakitkan bagi kader-kader lainnya. Hanya saja pihaknya tetap mengimbau, agar persoalan ini disikapi dengan bijak.

Baca Juga:  DPRD Yogya Minta Pemkot Permudah IMB Tempat Ibadah

“Kemarahan yang meluap tidak baik tetapi tidak marah juga tidak baik,” ujarnya.

Untuk itu, mantan wakil Walikota Yogyakarta ini meminta, agar kepolisian dapat menuntaskan kasus tersebut.

Ditemui terpisah, Wakil Direktur Reskrimum Polda DIY, Djohandani di sela-sela proses olah TKP menegaskan, Kepolisian memberikan perhatian terhadap kasus pelemparan bom molotov yang mengakibatkan dua korban mengalami luka serius itu sebagaimana kasus-kasus lainnya.

Djohandani juga mengaku telah memeriksa beberapa saksi guna menelusuri jejak pelaku yang hingga kini belum ada titik terangnya.

Baca Juga:  MUI dan Dinsos Yogya Anjurkan Tempat Ibadah Berikan Fasilitas Difabel

Didin Suparyanto merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari Waldoyono. Paman almarhum, Sukidi kepada kabarkota.com menjelaskan, sebelum mengikuti konvoi tabligh Akbar PPP di Lapangan Mlati yang berakhir tragis itu, Didin yang baru saja mengikuti Ujian Nasional pada tahun ini, sempat berjoged bersama rekan-rekan di dusunnya dalam rangka Milad masjid setempat. (Rep-03/Ed-03)