Hafiz Cilik asal Indonesia buat Juri MHQ Internasional Meneteskan Air Mata

Hafiz cilik asal Indonesia, Musa La Ode Abu Hanafi (no 2 dari kanan) bersama peserta MHQ Internasional lainnya. (kemlu.go.id) ​JAKARTA (kabarkota.com) – Penampilan Hafiz cilik asal Indonesia, Musa La Ode Abu Hanafi di ajang Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir, baru-baru ini, mengundang decak kagum. Lancarnya bacaan dan ketenangan Musa dalam membawakan ayat-ayat Al-Quran yang ditanyakan membuat Ketua Dewan Juri, Sheikh Helmy Gamal, Wakil Ketua Persatuan Quraa Mesir, dan sejumlah hadirin meneteskan air mata. Terlebih, bocah yang masih berusia 7 tahun 10 bulan ini menjadi peserta terkecil diantara 80 peserta lainnya, dari 60 negara.   Decak kagum terhadap penampilan satu-satunya wakil dari Indonesia ini tidak hanya datang dari dewan juri dan para hadirin saja, tetapi juga para peserta lain yang menjadi saingan Mussa di ajang bergengsi tersebut. Terbukti, setelah tampil, Musa langsung diserbu oleh para hadirin untuk berfoto dan mencium kepalanya sebagai bentuk takzim sesuai budaya masyarakat Arab. Tak mau ketinggalan, Dewan Juri dan panitia dari Kementerian Wakaf Mesir ikut pula meminta Musa untuk berfoto dengan mereka. Hal itu tidak mereka lakukan terhadap peserta MTQ lainnya. Meskipun karena usianya yang masih kecil dan lidahnya yang masih cadel dan belum bisa mengucapkan hurup “R” Musa dinilai telah menjadi juara di hati dewan juri dan para hadirin, meskipun secara tertulis dia hanya memperoleh juara tiga. Hal itu karena menurut Syeikh Helmy Gamal bacaan Al-Quran diatur dengan kaedah dan hukum yang jelas dan tidak bisa dikesampingkan antara lain terkait makharijul huruf. Pada acara penutupan, Menteri Wakaf Mesir, Mohamed Mochtar Gomaa juga sempat memanggil Musa dan Abu Hanafi. Keduanya diundang secara khusus oleh Pemerintah Mesir untuk menghadiri peringatan Malam Lailatul Qadar, pada Ramadan mendatang. Rencananya, Presiden Mesir juga akan memberikan penghargaan secara langsung kepada Musa.  Lauti Nia Sutedja, Kordinator Fungsi Pensosbud KBRI Cairo menuturkan, “Delegasi cilik Indonesia, Musa, telah berhasil meningkatkan kecintaan bangsa lain terhadap Indonesia. Banyak peserta yang menyebutnya sebagai mukjizat. Alhamdulillah, staf kami telah berhasil merekam penampilan Musa secara utuh. Dalam waktu dekat akan kita turunkan pada laman resmi KBRI di situs jejaring Facebook dan Youtube agar dapat disaksikan oleh masyarakat di tanah air.” Sementara Meri Binsar Simorangkir, seperti dilansir laman Kemlu, menyatakan bahwa KUAI KBRI Cairo bangga dengan keberhasilan Musa mengharumkan nama Indonesia melalui Al-Quran. (Rep-03/Ed-03)