Haji 2016, virus unta masih mengancam

ilustrasi (goglobalnc.org)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Farid Moeloek mengimbau kepada para calon jamaah haji untuk mewaspadai Middle East Respirotary Syndrom corona Virus (MERS coV) atau yang dikenal juga dengan virus unta.

Imbauan disampaikan Menkes di Yogyakarta, Rabu (3/8/2016), menyusul rencana pelepasan calon jamaah haji secara nasional, pada 9 Agustus 2016 mendatang.

Loading...

“Kami juga sudah bertemu dengan menkes Arab Saudi untuk meminta agar mereka juga mencegah (MERS) di sana. Kalau memang ada yang demam harus ditahan, tidak boleh kembali dulu guna memastikan kemungkinan tertular virus onta itu,” kata Menkes kepada wartawan.

Selain itu, Menkes juga menambahkan, pada musim haji tahun 2016 ini, jumlah calon haji usia di atas 60 tahun masih terhitung tinggi, sehingga mereka beresiko mengidap beberapa penyakit.

Sebagai langkah antisipasi dari Kementerian Kesehatan, selain melakukan pemeriksaan dan pengobatann, seta didampingi dokter, para calon jamaah haji juga kita akan mengenakan, dengan warna merah, kuning, atau hijau untuk menandai kondisi kesehatan mereka.

“Gelang merah artinya dia punya resiko tinggi terhadap penyakit. Gelang kuning, mempunyai penyakit tetapi tidak terlalu beresiko, dan gelang hijau itu yang paling sehat,” jelasnya.

Sementara terkait persiapan pelaksanaan ibadah haji, sebelumnya, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, saat di Yogyakarta, 29 Juli 2016 lalu juga mengklaim bahwa persiapan haji berjalan dengan relatif baik.

“Beberapa visa sudah bisa diselesaikan. Mudah-mudahan tidak ada persoalan berarti terkait visa ini,” harapnya. (Rep-03/Ed-03)