Harga BBM Turun, Ini Rencana Penyesuaian Tarif Angkutan Umum di DIY

Ilustrasi: Terminal Bus Giwangan Yogyakarta (Sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sebagai konsekuensi dari penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 5 Januari 2016 lalu, maka Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga berencana menurunkan tarif angkutan umum sebesar 5 persen untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) per 15 Januari mendatang.

Menyikapi kebijakan itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY, Agus Andriyanto mengatakan, pada dasarnya, para pengusaha angkutan darat di Yogyakarta akan menjalankan apa yang telah menjadi komitmen pemerintah tersebut. Hanya saja, pihaknya akan mengusulkan kepada Gubernur DIY, agar penurunan tarif untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebesar 3 persen saja.

"Yogya itu kondisinya sekarang, load factor (tingkat isian) angkutan umumnya kecil sekali, yakni 15-20 persen. Itu pun masih harus mensubsidi tarif untuk anak-anak sekolah sekitar 50 persen," ungkap Agus saat dihubungi kabarkota.com, Satu (9/1/2016).

Baca Juga:  BBM Bersubsidi akan Naik, Harga Barang Diprediksi Naik 5 Persen

Karenanya, ia berpendapat, dengan penurunan harga BBM sebesar 15,7 persen sementara harga sparepart kendaraan justru naik 30 persen, maka penurunan tarif AKDP 3 persen itu yang paling memungkinkan untuk diterapkan di DIY.

Sementara untuk tarif angkutan umum berbahan bakar premium, seperti angkot dan taksi, lanjut Agus, tidak akan mengalami penurunan.

Sebelumnya, pada Kamis (7/1/2016) lalu, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan kepada sejumlah media di Jakarta mengatakan akan melakukan penyesuaian tarif angkutan umum menyusul kebijakan pemerintah yang telah menurunkan harga BBM.

Baca Juga:  Saat Hujan Disertai Petir, BMKG DIY Imbau HP Tak Diaktifkan di Area Ini

Penurunan tarif ini nantinya, diharapkan bisa mengurangi beban transportasi masyarakat, sekaligus efisiensi distribusi logistik nasional. Mengingat, penurunan tarif juga akan diberlakukan untuk moda transportsi laut, dan kereta api.

Bagi pengguna angkutan umum di Yogyakarta, Rizma Riyandi, penurunan tarif tersebut cukup berpengaruh bagi masyarakat, utamanya pengguna bus AKAP.

"Saya pulang ke Garut ongkos biasanya Rp 120 ribu. Memang turun sedikit kalau cuma 5 persen, tapi lumayan turun Rp 6 ribu," kata Rizma.

Sementara untuk tarif angkot, Rizma mengaku, sejak sebelum bulan puasa tahun lalu, tidak mengalami penurunan tarif sama sekali, khusunya untuk wilayah Sleman.

"Dari dulu sampai sekarang masih Rp 4 ribu untuk angkutan di sleman," imbuh jurnalis salah satu media nasional ini.

Baca Juga:  AJI: Baru sedikit Jurnalis yang ikut Uji Kompetensi Wartawan

Per Selasa (5/1/2016) pukul 00.00 WIB. Pemerintah resmi menurunkan harga untuk semua jenis harga BBM. Harga Premium dari Rp7.400 menjadi Rp7.050 per liter, pertamina dex dari Rp9.950 menjadi Rp9.700 per liter, pertamax dari Rp8.750 menjadi Rp8.600 per liter. Termasuk pertalite, dari harga Rp8.250 menjadi Rp7.900 per liter, pertamax plus dari Rp9.750 menjadi Rp9.500 per liter, dan solar dari Rp7.150 per liter menjadi Rp5.950 per liter. (Rep-03/Ed-03)