Hari Agraria 2019, Ini Pesan Sultan Yogya untuk Pemanfaatan Tanah SG/PAG

Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2019, di Kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Jumat (8/11/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap agar tanah-tanah Sultan Ground (SG) dan Paku Alam Ground (PAG) dapat dimanfaatkan secara bertanggung-jawab.

Harapan tersebut disampaikan Sultan dalam Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2019, di Kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Jumat (8/11/2019).

Baca Juga:  71 Tahun TNI, PSKP UGM beri 3 catatan penting

“Jaga dan laksanakan amanah pemanfaatan SG dan PAG, tentu agar tetap lestari, produktif dan bermanfaat,” kata Sultan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar tercipta tatanan keluarga dan lingkungan yang aman dan tenteram di area SG dan PAG.

Menurutnya, dengan adanya momen peringatan tersebut, penataan dan urusan pertanahan semakin reliabel, maju dan cepat. Penerapan teknologi informasi dilaksanakan tanpa harus meninggalkan local wisdom sebagai salah satu pilar manajemen pertanahan di Indonesia.

Baca Juga:  Kasus Agni, ORI DIY Temukan Dugaan Penyimpangan Prosedur dalam Kelulusan HS

Sekaligus, lanjutnya, dapat memperkuat pengejawantahan dan implementasi Peraturan Daerah Istimewa DIY Nomor 2 Tahun 2017 tentang Tata Ruang Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten, di mana urusan pertanahan harus dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Sementara Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitna menjelaskan bahwa dalam hal tata ruang, pihaknya juga tengah menyelesaikan rencana tata ruang yang berada di satuan ruang strategis provinsi, terutama tanah Kasultanan (SG) dan tanah Kadipaten (PAG).

Baca Juga:  Revisi UU KPK Disahkan, Jaringan Anti Korupsi Yogya tetap Melawan

Hal ini penting dilakukan, kata Krido, karena tata ruang menjadi matras spasial sebagai payung hukum bagi kegiatan-kegiatan di sana. (Rep-01)