Heboh Ribuan Sapi Pemakan Sampah di Bantul Yogyakarta

Segerombolan sapi tengah memakan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Dusun Bendo, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. (Dok kabarkota.com)

BANTUL – Ribuan sapi berkeliaran di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Dusun Bendo, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Hewan ternak itu dilepaskan oleh pemiliknya untuk mencari makan dari sampah-sampah yang berserakan di tempat tersebut.

Koordinator pemulung di TPST Piyungan, Maryono menjelaskan jumlah sapi pemakan sampah di tempat tersebut lima tahun lalu sudah mencapai kurang lebih 1000 ekor. Bahkan kini saat dilakukan penghitungan ulang, jumlah sapi sudah mencapai 1200 ekor.

“Terkadang ada juga warga dari kota yang menitipkan sapinya untuk dipelihara warga sekitar. Logikanya jika orang menitipkan sapi di sini seperti invetasi di mana nanti hasilnya di bagi dua,” ungkap Maryono kepada Kabarkota.com.

Salah seorang pemulung sekaligus pemilik sapi, Hardi Musri (61) menuturkan, melepaskan sapi ke TPST untuk mencari makan sendiri justru mempermudah dan lebih hemat.

“Sapi-sapi itu biasanya memakan sayuran, buah, nasi, dan sejenisnya dari lokasi pembuangan sampah. Saat musim hujan sapi-sapi tetap dilepas karena memang sudah biasa mencari makan di tempat pembuangan,” tutur Musri.

Meski sudah mencari makan sendiri, ungkapnya, sapi-sapi tersebut tetap dicarikan makan oleh pemiliknya yang makanan asalnya juga dari lokasi pembuangan. “Sapi-sapi itu sudah terbiasa makan seperti ini, jadi nggak puas kalau nggak makan di sini,” jelasnya.

Musri menceritakan, awal mula keberadaan sapi di TPST adalah karena warga meminta supaya sapi-sapi mereka boleh dilepaskan jika pemerintah ingin membuat tempat pembuangan sampah di lokasi tersebut.

“Kalau tidak boleh buat melepaskan sapi ya kita nggak boleh mereka buang sampah di sini,” tutur Musri.

Reporter: KK05

Editor: Dee