Heritage Yogya jadi Incaran Asing

Ilustrasi: gerbang bangsal srimanganti di kompleks keraton yang menjadi bagian dari Heritage Yogyakarta (sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Guna mewujudkan Yogyakarta sebagai world Heritage City, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah berupaya mempertahankan kawasan cagar budaya yang ada di wilayahnya.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku, pihaknya telah mendaftarkan 12 heritage di Yogyakarta. “Lima diantaranya sudah disetujui,” kata Sultan dalam Bincang Santai tentang lingkungan bersama Sri Sultan bertema “Melestarikan Indonesia”, di Bangsal Sri Manganti, Kompleks Keraton Yogyakarta, Selasa (15/3/2016).

Baca Juga:  Jumlah DPT Hasil Perbaikan 2 Pemilu 2019 di DIY Berkurang

Namun di sisi lain, Sultan juga mengungkapkan, saat ini kawasan heritage di Yogyakarta banyak menjadi incaran investor asing, khususnya dari Malaysia. Hal itu, menurut Raja Keraton Yogyakarta ini, terbukti dari banyaknya pengajuan perizinan di BKPM Pusat yang rata-rata ingin membeli heritage di Yogyakarta.

“Banyak orang di BKPM yang ingin membeli heritage, yang namanya dipinjam oleh investor asing (malaysia) karena mereka ingin menguasai haritage Yogya,” sesal Sultan.

Baca Juga:  13 Juni, Berlaku Aturan Baru Pemesanan Tiket KA Prameks

Menurutnya, berlomba-lombanya para investor tersebut tidak lepas dari telah masuknya era globalisasi, sehingga mereka ingin memiliki identitas di kota ini.

“Daripada begitu, Pemda memutuskan untuk membelinya, dan kami jadikan itu sebagai museum batik dan sebagainya,” ucap suami GKR Hemas ini.

Pihaknya juga berharap, dengan adanya danais bisa menjadi penopang untuk mempertahankan predikat world haritage city, meskipun manusianya menjadi manusia modern. (Rep-03/Ed-03)