Herjuno Darpito asal Gunung Kidul, Salah satu Penumpang Lion Air JT-610 yang Kecelakaan

Herjuno Darpito (dok. istimewa)

GUNUNG KIDUL (kabarkota.com) – Pesawat Lion Air JT 610, dengan rute penerbangan Soekarno – Hatta, Tangerang ke Pangkalpinang, mengalami kecelakaan pada Senin (29/10/2018).

Menurut informasi dari akun facebook, Lion Group, pesawat naas tersebut mengangkut 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dua penumpang bayi, dan tiga pramugari sedang pelatihan, dan satu teknisi.

Salah satunya atas nama Herjuno Darpito yang berasal Gunung Kidul, DIY. Berdasarkan informasi yang beredar melalui jejaring Whatsapp Group, Herjuno merupakan salah satu pekerja di Pelindo, dan tinggal di Kelapa Dua, Tangerang Banten. Setelah ditelusuri melalui data manifest pesawat yang beredar, kabarkota.com memang menemukan nama penumpang atasnama Herjuno.

Baca Juga:  Begini Cerita Menegangkan Warga Yogya di Lombok pasca Gempa Besar

Kebenaran informasi tersebut juga disampaikan salah satu tetangga keluarga Herjuno di Gunung Kidul, Nunung. “Banyak orang yang datang ke rumah keluarga pak Herjuna untuk “ngaruhke”. Tadi saya juga ke sana, Ibunya shock dan menangis,” kata Nunung saat dihubungi kabarkota.com.

Terkait sosok Herjuno, ia mengaku tak mengenal secara personal. Bahkan, belum pernah bertemu dengan yang bersangkutan secara langsung. Mengingat, selain karena Herjuno bekerja di luar kota, Nunung juga baru pindah kantor di Gunung Kidul, sejak setahun terakhir. Hanya saja, ia menyebut, ayah Herjuno tengah menderita stroke dan duduk di kursi roda.

Baca Juga:  Kecelakaan 2 Pesawat di Halim Perdana Kusuma, Penumpang Selamat

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang).

Pihak manajemen Lion Air Group mengklaim bahwa pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 itu buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018, sehingga laik operasi.

Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.

Baca Juga:  DPR Nekad Bahas RUU Cipta Kerja di Tengah Corona, MPBI DIY akan Dukung Aksi Mogok Nasional

Terkait dengan kejadian ini, pihak Lion Air juga membuka pusat krisis di nomor telepon 021-80820001 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon 021-80820002 (Rep-03)