HIPMI Khawatirkan Gejolak pasca Kenaikan Harga BBM

Antrian panjang kendaraan bermotor di salah satu SPBU Jalan Godean Yogyakarta, saat pembatasan kuota BBM bersubsidi diberlakukan, 26 Agustus 2014 lalu. (Sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIY, Henry Ardianto memperkirakan, rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak langsung pada kemampuan daya beli masyarakat. Bukan tidak mungkin, ia melanjutkan, daya beli masyarakat akan menurun.

"Kami khawatir apabila terjadi gejolak setelah pemerintah menaikkan harga BBM," ujar Henry kepada kabarkota.com melalui sambungan telepon, Selasa (11/11).

Baca Juga:  Raja Malaysia Kunjungi Keraton Yogya

Ia mencontohkan dengan krisis yang Indonesia alami pada tahun 1998. Saat itu, para pengusaha dihadapkan dengan pilihan yang dilematis. Meskipun, kata dia, krisis itu sudah lebih dari sepuluh tahun lalu terlewati.

Henry mengingatkan pemerintah untuk cermat melakukan penghitungan menaikkan harga. Menurutnya, kebijakan terkait BBM bersubsudi pada pemerintahan sebelumnya justeru malah menjadikan Indonesia lebih banyak melakukan impor.

Selain itu, katanya, penting kiranya memperhatikan konsumsi dalam negeri dengan kebijakan lainnya. "Jangan sampai malah tidak sesuai target. Rencana pengalihan subsidi juga harus tepat sasaran," katanya.

Baca Juga:  Syawalan Trah Hamengku Buwono Bahas Keistimewaan DIY

Henry mengaku sepakat dengan kenaikan harga BBM asal dilakukan penghitungan cermat dan pasokan masih tetap tersedia.

Ia menambahkan, HIPMI belum melakukan pembahasan detail menyikapi rencana kenaikan BBM itu. Entah akan langsung menaikkan harga barang/jasa di pasaran atau tidak. Akan tetapi, jika harga akan naik itu pasti.

"Tentu kami akan melakukan penghitungan dulu. Dalam waktu dekat belum bisa menaikkan harga barang. Menunggu kebijakan resmi (pemerintah)," ungkapnya.

Baca Juga:  4 Langkah Praktis Kurangi Kecanduan Minum Kopi

AHMAD MUSTAQIM