Infrastruktur belum “Ramah” Difabel, Ohana Datangi Kantor DPUPKP Sleman

Pertemuan para penyandang disabilitas dengan DPUPKP Sleman, Selasa (5/3/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Para penyandang disabilitas dari berbagai organisasi, Selasa (5/3/2019) siang mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman.

Nuning Suryatiningsih selaku Direktur Center for Improving Qualified Activity in Live of People with Disabilities (Ciqal) Yogyakarta menganggap, kebanyakan infrastruktur, seperti bangunan fasilitas umum, termasuk gedung-gedung pemerintahan di Sleman belum ramah terhadap penyandang disabilitas.

Pihaknya mencontohkan, ramp atau fitur pengganti tangga di gedung-gedung pemerintah maupun trotoar-trotoar masih curam sehingga cukup membahayakan bagi para pengguna kursi roda.

Hal serupa juga diungkapkan Risnawati Utami sebagai pendiri Organisasi Harapan Nusantara (Ohana) yang menilai, ramp dengan kemiringan 63 derajat itu cukup menyulitkan bagi pengguna kursi roda mandiri.

Selain itu juga penggunaan pintu geser yang masih sangat jarang, padahal bagi penyandang disabilitas itu justru diperlukan untuk mempermudah akses ke gedung-gedung.

Persoalan lain menyangkut guiding block yang dipasang di trotoar-trotoar. Meskipun sudah terpasang sejak lama, namun kondisinya sudah mulai usang sehingga para penyandang tuna netra dan low vision cukup sulit saat hendak melintas menyusuri petunjuk jalan kuning tersebut

Haryanto dari National Paralympic Commitee (NPC) DIY berpendapat bahwa tak hanya gedung-gedung pemerintahan dan trotoar-trotoar di tepi jalan yang sulit diakses bagi para difabel. Gedung Olah Raga, seperti lapangan tenis Sleman yang selama ini sering digunakan para atlet difabel untuk berlatih pun belum ada fasilitas untuk panyandang disabilitas.

Loading...

“Kami sangat kesulitan untuk mengakses lapangan tenis Sleman,” keluh Haryanto di hadapan Kepala DPUPKP Sleman, Sapto Winarno, Selasa (5/3/2019).

Untuk itu pihaknya berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui DPUPKP dan dinas-dinas terkait lainnya, agar dalam membangun infrastruktur baru bisa lebih memperhatikan kebutuhan para penyandang disabilitas.

Hal itu juga sejalan dengan upaya Pemda DIY dalam mewujudkan Jogja Aksesibel 2024. Sekaligus implementasi Perda Kabupaten Sleman No 1 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraab Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala DPUPKP Sleman, Sapto Winarno menyatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan memaparkan rencana desain infrastruktur berupa gedung baru untuk Sekda dan kantor baru Bupati Sleman ke Ohana.

“Rencananya akan kami presentasikan ke Ohana Jumat pekan ini, jangan-jangan nanti ada yang kurang pas, sehingga kami berharap ada masukan-masukan dari mereka,” tegas Sapto.

Pihaknya juga tak menampik bahwa selama ini, fasilitas-fasilitas yang dibangun untuk pera penyandang disabilitas, seperti guiding block dan ramp masih cukup kenyulitkan akses mereka.

Untuk itu, DPUPKP mengapresiasi langkah Ohana dalam memberikan masukan-masukan terkait dengan pembangunan infrastruktur yang lebih ramah difabel. (Rep-01)