Ini 4 Calon Anggota DPD RI yang akan Mewakili DIY

Ilustrasi Rapat Pleno Terbuka Penghitungan dan Perolehan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, dan DPRD DIY Tahun 2019 Tingkat Provinsi,di JEC, pada 10 Mei 2019. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Rapat Pleno Terbuka Penghitungan dan Perolehan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, dan DPRD DIY Tahun 2019 Tingkat Provinsi yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) telah selesai, pada Minggu (12/5/2019) dini hari.

Salah satu yang tak luput dari perhatian publik adalah siapa saja nama calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang akan mewakili DIY?

Berdasarkan pasal 196 Undang-Undang (UU) No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, jumlah kursi Anggota DPD untuk setiap provinsi diterapkan empat. Dengan demikian, empat nama calon senator tersebut sudah dapat diketahui berdasarkan perolehan suara terbanyak.

Berdasarkan hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, empat nama yang dimaksud adalah Gusti Kanjeng Ratu (GKR Hemas), Hilmy Muhammad, Muhammad Afnan Hadikusumo, dan Cholid Mahmud.

Dari keempat nama tersebut, Hilmy Muhammad merupakan “nama baru” yang mampu menggeser posisi Hafidh Asrom dari kursi DPD RI. Sedangkan tiga orang lainnya merupakan calon senator incumbent.

Dari data yang diunggah melalui laman KPU DIY, GKR Hemas unggul diantara 10 nama calon lainnya dengan perolehan 984.234 suara, dari total suara sah seluruh DIY sebanyak 2.189.337.

Perempuan yang tak lain adalah istri Gubernur DIY ini mendapatkan sumbangan 127.275 suara dari Kulon Progo, 253.641 dari Bantul, Gunung Kidul 212.096, Sleman 293.067, dan Kota Yogyakarta sebanyak 98.155 suara.

Peringkat kedua perolehan suara terbanyak adalah Hilmy Muhammad dengan 299.164 suara. Jumlah suara tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU) DIY tersebut didapat dari Kulon Progo 43.595 suara, Bantul 104.730 suara, Gunung Kidul 57.967 suara, Sleman 78.231, dan dari Kota Yogyakarta 14.641 suara.

Selanjutnya, peringat ketiga suara terbanyak adalah Muhammad Afnan Hadikusumo. Tokoh Muhammadiyah ini berhasil mengumpulkan 171.611 suara yang didapat dari Kulon Progo 20.810 suara, Bantul 55.713 suara, Gunung Kidul 22.876 suara, Sleman 45.883 suara, dan Kota Yogyakarta 26.329.

Sedangkan Cholid Mahmud yang juga dikenal sebagai seorang ustad ini mendapatkan dukungan 169.356 suara. Jumlah tersebut didapat dari Kulon Progo 18.179 suara, Bantul 46.073 suara, Gunung Kidul 29.225 suara, Sleman 53.982 suara, dan KotaYogyakarta 21.897 suara.

Sementara Hafidh Asrom yang posisinya tergeser dari kursi DPD RI hanya memperoleh dukungan 163.812 suara, dari Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.

HICON: Pendatang Baru tak Boleh Dianggap Penghambat

Direktur HICON Law & Policy Strategic, Hifdzil Alim berharap, nantinya, fokus setiap anggota DPD terpilih harus mengarus-utamakan kepentingan dan kebutuhan daerah. Mengingat, fungsi dan kewenangan DPD berkaitan dengan urusan daerah.

“Komposisi pendatang baru dalam keanggotaan DPD tidak boleh dianggap sebagai penghambat, tetapi sebaliknya bisa menjadi tenaga baru dan diharapkan mampu mengangkat kebutuhan dan kepentingan daerah,” kata Hifdzil kepada kabarkota.com, Senin (13/5/2019).

Terkait pergeseran dukungan warga NU dari Hafidh Asrom ke Hilmy Muhammad, pihaknya menduga, ada banyak kemungkinan. Misalnya, pelaksanaan representasi warga NU yang dijalankan oleh Hafid Asrom kurang maksimal sehingga warga NU mengalihkan pilihannya ke kandidat baru. (Rep-01)