Ini Alasan Abu Rizal Bakrie Tetap Pertahankan Koalisi Merah Putih

Ilustrasi (sumber: politik.kompasiana.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Abu Rizal Bakrie mengaku, pihaknya sengaja mengambil inisatif untuk membentuk Koalisi Permanen bersama sejumlah partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) karena berbagai alasan.

Dalam Pidato pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar ketujuh di Yogyakarta, Selasa (18/11), ARB menyatakan bahwa inisiatif pembentukan koalisi permanen tersebut tidak hanya didasarkan pada satu tujuan pragmatis untuk memenangkan Prabowo – Hatta pada Pilpre 9 Juli lalu. Namun lebih dari itu, kata dia, Koalisi permanen bertekat sebagai gerakan pembaharan yang akan mempertahankan Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.(Baca juga:Ini Empat Agenda Rapimnas Golkar di Yogya )

Baca Juga:  Honorer K2 Yogya Minta Dukungan Penundaan Rekrutmen CPNS, Begini Jawaban Pemda DIY

“Sepanjang reformasi, praktek sistem multipartai justru memperlemah sistem presidensial sehingga berdampak kurang efektifnya pengelolaan negara dan gangguan stabilitas politik nasional,” kata ARB di layar kaca.

Oleh karena itu, lanjut ARB, Partai Golkar mendorong lahirnya KMP dalam rangka menyederhanakan dua kubu besar yang saling bersaing di dalam maupun di luar partai, yakni KMP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Pihaknya meyakini, Struktur KMP dengan satu struktur bersama itu, yang juga diikuti oleh KIH dapat membuat parpol di DPR berjalan baik. (Baca juga: Lambat di DPR, Lambat Pula di DPRD)

Baca Juga:  Bangun Sumber Tenaga Listrik 35.000 Mega Watt, Pemerintah Hadapi Kendala

“Kehadiran KMP bukan untuk menghalang-halangi pemerintahan dan menghambat pembangunan, tapi justru memperkuat sistem presidensial sehingga akselerasi pembangunan pemerintahan jokowi – jk bisa berjalan efektif,” jelas dia. (TVOne)