Ini Janji Presiden Jokowi untuk Nelayan Tradisional Bengkulu

Presiden Joko WIdodo. (Sumber: tempo.co)

BENGKULU (kabarkota.com) – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah akan mengembangkan 24 pelabuhan di Indonesia. Pernyataan tersebut Presiden Jokowi nyatakan di hadapan nelayan tradisional Kota Bengkulu, Rabu (26/11).

Menurut Jokowi, rencana pengembangan tersebut akan ia lakukan dalam waktu lima tahun ke depan. "Oleh sebab itu mengapa kita ke Tianjin ini adalah karena ini pelabuhan terbesar dan arah pengembangan 50 tahun, 100 tahun sudah ada perencanaan," kata Presiden Jokowi sebagaimana yang ia sampaikan pada waktu kunjungan ke Tingkok beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Banjir di Banjarnegara: 67 Titik Longsor Hingga Jalan Nasional Terputus

Dalam kunjungannya ke kampung nelayan tersebut, Jokowi ditemani sejumlah pejabat pemerintahan pusat dan daerah. Dari pusat, ada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti; Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja; dan Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Gellwynn Jusuf.

Kendati Bengkulu memiliki banyak nelayan tradisional dengan kapal berbobot kurang dari lima gross tonnage (GT), akan tetapi di dana masih belum memiliki pelabuhan perikanan setingkat Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN).

Baca Juga:  Kuasa Hukum Anggap Pengusutan Kasus Dahnil Anzar sangat Politis

Usai dari Bengkulu, Presiden diagendakan menyambangi Provinsi Riau sebagai tempat terakhir dalam rangka kunjungannya ke Pulau Sumatera, 25-26 November 2014. (antaranews.com)