Ini Penyebab Suhu Panas di DIY

Ilustrasi (beritasatu.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Bulan Januari semestinya telah memasuki musim penghujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Namun, akhir-akhir ini, kondisi cuaca khususnya di DIY masih terhitung tidak menentu. 

Itu terbukti dengan masih rendahnya intensitas air hujan yang turun, serta tidak meratanya wilayah turunnya hujan. Salah satu akibatnya, suhu udara menjadi terasa panas, akhir-akhir ini.

Koordinator Operasional Pos Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, Joko Budiono memperkirakan, suhu makimal akhir-akhir ini berkisar 32-34 derajat celcius.

“Suhu terasa panas penyebabnya karena kadar uap air RH (relative Humidity) cukup besar. Kisarannya di atas 70 persen. Sifat uap air ini adalah menyerap sinar matahari sehingga suhu di permukaan menjadi panas,” jelas Joko saat dihubungi kabarkota.com, Senin (18/1/2016).

Sementara terkait minimnya intensitas air hukan, menurutnya dipengaruhi oleh data angin di wilayah DIY yang tidak cukup signifikan untuk pertumbuhan awan dengan intensitas hujan tinggi.

“Dari pantauan kami, memang masih terjadi hujan diwilayah DIY tetapi tidak merata dan berdurasi tidak begitu lama. Ini dipengaruhi pola angin yang kurang mendukung untuk pembentukan awan hujan,” imbuhnya.

Angin baratan yang tidak begitu kuat, lanjut Joko, juga terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sementara hujan yang terjadi sangat tergantung pada pola angin yang mendukung terjadinya hujan. Oleh karena pola baratannya tidak begitu kuat sehingga menyebabkan hujan tidak merata dan jenis awan yang terbentuk juga di kisaran lokal.

“Ini menyerupai kondisi pancaroba,” sebut Joko.

Faktor lain yang menyebabkan variabilitas iklim adalah dampak badai El nino yang diperkirakan masih ada hingga Maret mendatang.

Karenanya BMKG DIY mengimbau, agar masyarakat tetap  waspada terhadap potensi hujan lebat meski pun cuaca tampak cerah sebelumnya. (Rep-03/Ed-03)