Ini yang Dikhawatirkan jika Politik dan Agama Dipisahkan

0
1

Ilustrasi (dok. setkab)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY menilai pernyataan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) tentang pemisahan politik dan agama justru kontraproduktif dengan upaya meminimalisir konflik di masyarakat.

“Saya kurang bisa menerima pernyataan Presiden Jokowi,” tegas Ketua MUI DIY, Thoha Abdurrahman kepada kabarkota.com, Kamis (30/3/2017).

Menurutnya, aturan-aturan agama itu tidak bisa dipisahkan dalam pengamalan sehari-hari, termasuk dalam berpolitik. “Mengamalkan politik pun harus mengamalkan agama. Tidak boleh mengamalkan politik tapi bertentangan dengan agama,” pintanya.

Sebab, kata Thoha, politik tanpa agama akan berujung pada kehancuran. Pihaknya mencontohkan, terjadinya korupsi berjamaah dalam proyek e-KTP itu juga salah satu dampak politik yang meninggalkan agama.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) DIY, Sukri Fadholi berpendapat bahwa pandangan Jokowi yang akan memisahkan antara politik dan agama bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar UUD 1945 dan Pancasila, yang sebelumnya telah disepakati oleh para founding father bangsa ini.

“Memisahkan antara agama dan politik itu mengarah pada perilaku sekuler. Sementara Negara dan bangsa ini lebih cenderung kepada Negara yang berlandaskan agama tetapi bersifat nasionalis. Artinya, nasionalis religius, bukan nasionalis sekuler,” jelas mantan wakil walikota Yogyakarta ini.

Semestinya, lanjut Sukri, Presiden, Jokowi sebagai pemimpin Negara bisa berhati-hati dalam berbicara dan mengambil kebijakan semacam itu.

“Presiden Jokowi semestinya mempunyai kearifan dan kebijakan, serta meluruskan kembali pernyataannya itu dengan baik, bahwa Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan Negara yang sudah final,” ujar Sukri.

Sebelumnya, pada 24 Maret 2017 lalu, saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Presiden Jokowi meminta semua pihak, agar memisahkan persoalan politik dan agama, guna menghindari gesekan-gesekan antar umat. (Rep-03/Ed-03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here