JAK Desak Kajati DIY Baru Tuntaskan Kasus Persiba Bantul

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Jaringan Anti Korupsi (JAK) Yogyakarta mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DIY yang baru, untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi dana hibah Persiba Bantul.

Desakan tersebut disampaikan JAK saat melakukan audiensi dengan Kajati DIY, Loeke Larasati dan jajarannya tentang Proses dan Progress kasus korupsi dana hibah Persiba Bantul, di Kantor Kajati DIY, Kamis (17/7).

“Kami mempertanyakan mengapa prosesnya berjalan lama?” tanya Koordinator JAK Yogyakarta, Zainurrahman. Padahal, Kajati sebelumnya (Suyadi) telah menetapkan mantan Bupati Bantul, Idham Samawi sebagai tersangka, sejak 19 Juli 2013 lalu.

“Ketika itu, Kejati DIY tinggal menunggu hasil PKN (Perhitungan Kerugian Negara) dari BPKP,” ungkap Zen. Janjinya, sambung dia, awal tahun 2014, kasus tersebut sudah bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Hifdzil Alim, aktivis JAK yang juga Peneliti Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi FH UGM menganggap, akibat lambannya penanganan kasus yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp 12,5 Milyar iini, masyarakat justru mendiskreditkan Kejati DIY. “Kejati DIY terkesan takut dengan tersangka,” anggap Hifdzil.

Selain itu, pihaknya juga menduga, pergantian formasi di Kejati DIY yang memutasi tiga tim penyidik dan kepala Kejati DIY sebagai bentuk intervensi atas kepentingan politik dalam kasus tersebut. Untuk itu, pada kesempatan tersebut, JAK juga meminta penjelasan Kajati, terkait kelengkapan dokumen yang diajukan ke BPKP untuk mempercepat PKN.

Tri Wahyu KH dari Indonesia Court Monitoring (ICM) Yogyakarta yang juga turut hadir dalam audiensi ini menyatakan bahwa sebenarnya proses penyelesaian PKN hanya membutuhkan waktu 1 – 2 minggu saja, jika dokumen telah dilengkapi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejati DIY, Loeke Larasati secara tegas membantah anggapan adanya intervensi atas kasus dugaan korupsi dana hibah Persiba Bantul. “Prinsipnya, kami tidak takut,” tegas mantan Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta ini.

Terkait PKN, Loeke berdalih bahwa pihaknya telah mengirimkan kelengkapan dokumen ke BPKB. Namun, masih ada sejumlah dokumen lainnya yang belum lengkap. “Semua ada prosesnya,” ucap dia. (tria/aif)