Jelang Lebaran, Waspadai Peredaran Daging Oplosan

Ilustrasi (setkab.go.id)

SLEMAN (kabarkota.com) – Di bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran, kebutuhan pangan masyarakat, termasuk daging cenderung meningkat. Sayangnya, kondisi ini sering dimanfaatkan sejumlah pihak untuk mengambil keuntungan sesaat, dengan cara-cara yang tidak benar. Salah satunya dengan pengoplosan daging sapi dengan daging babi, ataupun daging kambing dengan daging anjing, serta daging gelonggongan dan ayam tiren (mati kemarin).

Karenanya, Direktur Halal Centre Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono mengimbau, agar masyarakat mewaspadai bentuk-bentuk makanan olahan, yang sesungguhnya berasal dari daging oplosan tersebut.

Baca Juga:  #GejayanMemanggil, Biar Dilarang, Mahasiswa UGM tetap Melawan

Menurut Nanung, semestinya makanan yang disajikan dan dijual ke masyarakat adalah makanan yang thoyyib. Artinya, makanan yang dikonsumsi memberi rasa aman yang berbasis pada status kesehatan.

“Makanan bisa menjadi tidak aman dan berbahaya jika terkena aneka cemaran seperti cemaran mikrobiologi, kimia dan fisika,” ujar Nanung seperti dikutip laman UGM.

Beberapa pangan berbahaya itu, sebut Nanung, seperti pewarna non-food grade, dan pemanis buatan non-food grade. (Rep-03/Ed-03)

Baca Juga:  DI tengah Pandemi, Pilkada Serentak akan Digelar 9 Desember 2020