Jelang Nataru, Pemkot Yogya Batasi Bus Pariwisata Masuk Malioboro

Konferensi Pers terkait persiapan Nataru di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Jumat (20/12/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub), baru-baru ini melakukan uji coba manajemen lalu-lintas bus Pariwisata, khususnya yang akan masuk ke kawasan Malioboro.

Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif mengungkapkan, uji coba pembatasan bus pariwisata yang dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu (14 dan 15 Desember 2019) itu dimaksudkan untuk mengatasi masalah kemacetan di jantung kota. Mengingat, kepadatan lalu-lintas meningkat, seiring dengan datangnya liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sementara, lahan parkir yang tersedia di dalam kota sangat terbatas.

Baca Juga:  Perangko Edisi Khusus Gerhana Matahari Diserbu Pengunjung

Menurutnya, bus-bus pariwisata yang tak tertampung di tiga titik parkir sekitar Malioboro, diarahkan untuk parkir di Amongrogo dan Kebun Binatang Gembiraloka, dengan kapasitas maksimal 104 unit bus.

“Untuk menuju ke Malioboro, kami sediakan 10 bus Trans Jogja,” ungkap Agus kepada wartawan di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Jumat (20/12/2019). Bahkan, pihaknya juga telah mengajukan permohonan 4 unit armada tambahan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan saat libur panjang.

Baca Juga:  Meski Tak Dapat Surat Tugas, Jukir Masih Rutin Bayar Retribusi

Agus mengklaim, hasil ujicoba cukup efektif untuk mengurai kemacetan lalu-lintas di sekitar kawasan Malioboro. Oleh karenanya Kadishub menambahkan bahwa hasil tersebut sekaligus akan dijadikan masukan untuk Pemkot dan Pemprov DIY.

Sementara Marijo, perwakilan dari Satlantas Polrestabes Yogyakarta menegaskan bahwa manajemen lalu-lintas bus pariwisata bukan sebagai bentuk larangan bus masuk Malioboro, melainkan pengaturan dengan pembatasan untuk mengurangi kemacetan. (Rep-01)